Nela Rizqi Safitri
Universitas Djuanda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis VfM dan Kontribusi Terhadap Sumber PAD Tahun 2017-2019 Kota Cilegon Nela Rizqi Safitri; Ade Budi Setiawan; Indra Cahya Kusuma
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 6: September 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i6.5084

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan Pendapatan Asli Daerah Kota Cilegon pada periode 2017-2019 menggunakan pendekatan VfM dan Kontribusi, yang menilai kinerja keuangan berdasarkan ekonomis, efisiensi, dan efektivitas serta Kontribusi. Dalam konteks otonomi daerah, pengelolaan PAD menjadi penting untuk meningkatkan kemandirian finansial dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang menggambarkan secara sistematis fakta-fakta dan karakteristik dari variabel yang diteliti. Data dikumpulkan melalui Studi Pustaka dan Studi Lapang, melibatkan data primer dan sekunder yang diperoleh dari observasi, wawancara, serta dokumen resmi. Analisis data berfokus pada konsep ekonomis, efisiensi, dan efektivitas serta kontribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja PAD Kota Cilegon selama tiga tahun tersebut mengalami fluktuasi. Dari sudut pandang ekonomis, PAD Kota Cilegon tergolong ekonomis dengan rata-rata persentase sebesar 65,10%, mencerminkan efisiensi dalam pengelolaan anggaran. Dari sisi efisiensi, PAD Kota Cilegon menunjukkan hasil yang sangat baik, dengan rata-rata tingkat efisiensi di bawah 10%, menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam meminimalkan biaya penerimaan. Namun, efektivitas PAD Kota Cilegon masih tergolong kurang efektif dengan rata-rata tingkat efektivitas sebesar 85,35%, yang mengindikasikan bahwa potensi riil PAD belum sepenuhnya terealisasi. Dari Kontribusi PAD Kota Cilegon periode 2017-2019 cukup baik, namun sebagian besar sumber penerimaannya masih tergolong sangat kurang.