Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan teknologi Industri 5.0 terhadap efisiensi manajemen produksi di sektor manufaktur. Industri 5.0 dianggap sebagai tahap lanjutan dari Industri 4.0, yang menekankan pada integrasi teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan big data, dengan fokus pada kolaborasi manusia dan mesin yang lebih manusiawi serta kesejahteraan pekerja. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kesalahan manusia, serta mempercepat proses produksi melalui otomatisasi dan analisis data yang lebih akurat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei pada berbagai perusahaan manufaktur di Indonesia. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada manajer produksi dan teknisi yang terlibat dalam penggunaan teknologi canggih dalam proses produksi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi Industri 5.0 berpengaruh signifikan terhadap efisiensi produksi, baik dari segi waktu, biaya, maupun kualitas produk yang dihasilkan. Selain itu, perusahaan yang telah mengadopsi teknologi ini cenderung mengalami peningkatan output, tingkat kerusakan produk yang lebih rendah, dan waktu henti produksi yang lebih singkat. Penggunaan teknologi yang lebih personal dan interaktif juga meningkatkan kolaborasi antara manusia dan mesin, mempermudah penyesuaian terhadap permintaan pasar yang dinamis. Penelitian ini menyoroti pentingnya transisi menuju Industri 5.0 untuk mencapai efisiensi produksi optimal, yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya saing perusahaan manufaktur di tengah kompleksitas globalisasi.