Niko Dima Kristianingrum
Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODIFIKASI COGNITIVE STIMULATION THERAPY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF LANSIA RISIKO DEMENSIA Annisa Wuri Kartika; Kumboyono Kumboyono; Yati Sri Hayati; Niko Dima Kristianingrum
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26191

Abstract

Abstrak: Lansia di UPT PSTW Blitar memiliki risiko mengalami demensia karena faktor usia. Demensia merupakan suatu bentuk penurunan kognitif progresif yang ditandai dengan kemunduran daya ingat, kemampuan pengambilan keputusan, kepribadian, perilaku, kesulitan bahasa dan komunikasi. Terapi Stimulasi Kognitif (CST) merupakan terapi non-farmakologis yang efektif meningkatkan fungsi kognitif spesifik pada lansia penderita demensia. Tujuan dilakukan CST di UPT PSTW Blitar adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan fungsi kognitif lansia yang mengalami risiko demensia. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan CST dengan modifikasi ini diberikan dengan metode edukasi kesehatan kepada 24 lansia dengan risiko dan demensia ringan dalam empat sesi dengan durasi 40 – 45 menit. Pengukuran evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan instrumen kuesioner MMS (Mini Mental State Examination). Hasil kegiatan menunjukkan terdapat perubahan kognitif responden dari tingkat sedang menjadi normal sebanyak empat orang. Rata-rata peningkatan skor yang didapatkan adalah 2 pada empat lansia . Terapi CST ini diharapkan dapat diterapkan secara rutin pada lansia sebagai intervensi berbasis Evidence Based Practice untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif pada lansia.Abstract: Elderly people at UPT PSTW Blitar are at risk of developing dementia due to the risk factor of age. Dementia is a form of progressive cognitive decline characterized by decline in memory, decision-making ability, personality, behavior, language and communication difficulties. Cognitive Stimulation Therapy (CST) is a non-pharmacological therapy that is effective in improving specific cognitive functions in elderly people with dementia. The aim of CST at UPT PSTW Blitar is to increase the knowledge and cognitive function of elderly people who are at risk of dementia. Modified CST activities were provided using health education methods to 24 elderly people with at-risk and mild dementia in four sessions with a duration of 40 – 45 minutes. Activity evaluation measurements were carried out using the MMS (Mini Mental State Examination) questionnaire instrument. The results of the activity showed that there were changes in the cognitive level of four respondents from moderate to normal levels. The average increase in score obtained was 2 in four elderly people. It is hoped that CST therapy can be applied routinely to the elderly as an Evidence Based Practice-based intervention to slow down the decline in cognitive function in the elderly.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DESA MELALUI PEMBENTUKAN BUNDA LANSIA DAN PELATIHAN CAREGIVER LANSIA Kumboyono Kumboyono; Niko Dima Kristianingrum; Elvira Sari Dewi; Yuliezar Perwira Dara; Sri Soenarti; Teuku Heriansyah; Febrina Amanda; Medisa Roro Putri Nur Arifah; Riska Raudhatul Jannah; Damayanti Indriyani; Savinka Salsabiela Iriana Machfud; Haffa Syafana Nursuhaida; Marfuah Marfuah; Septi Nurhayati; Sofyan Riswandha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.27225

Abstract

Abstrak: Peningkatan jumlah lanjut usia (lansia) dapat memicu beragam masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus dari masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan desa, dalam perawatan lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk Bunda Lansia serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan desa dalam merawat lansia. Metode kegiatan mencakup pembentukan Bunda Lansia, penyuluhan, dan pelatihan perawatan lansia, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini melibatkan 75 perempuan dari Desa Kraton, Desa Yosowilangun Lor, dan Desa Yosowilangun Kidul. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, skala penilaian keterampilan, umpan balik peserta, serta tindak lanjut untuk menilai penerapan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 75 Bunda Lansia telah dilantik, dengan peningkatan pengetahuan dari rata-rata 77,5 menjadi 92 (18,7%), serta peningkatan keterampilan dalam perawatan lansia dari rata-rata 72,5 menjadi 85 (17,2%). Kesimpulannya, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan desa dalam perawatan lansia.Abstract: The increasing number of elderly individuals can lead to various health issues that require special attention from the community. One possible approach to address this is through community empowerment, particularly of rural women, in elderly giver. This initiative aims to establish “Bunda Lansia” (Elderly Care Mothers) and to enhance the knowledge and skills of rural women in elderly care. The methods include the formation of Bunda Lansia, education sessions, and elderly care training, in collaboration with the Department of Health, Population Control, and Family Planning of Lumajang Regency. This activity involved 75 women from Kraton Village, Yosowilangun Lor Village, and Yosowilangun Kidul Village. The evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, practice observations, skill rating scales, participant feedback, and follow-up assessments to evaluate the application of skills in daily life. The results indicate that 75 Bunda Lansia were inaugurated, with an increase in knowledge from an average of 77.5 to 92 (18.7%) and an improvement in elderly care skills from an average of 72.5 to 85 (17.2%). In conclusion, this initiative effectively enhances the knowledge and skills of rural women in elderly care.