Nabila Syadidha
Departemen Ilmu Pemerintahan, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI SEKOLAH PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN POTENSI BATIK MANGROVE KHAS DESA TAMBAKBULUSAN Arshy Paramita; Deny Nurzaky; Ivena Diva Azarine; Muhammad Fakih Dermawan; Akyas Hanina Al Barri; Abdullah Manshurin Afriza; Alfina Zidannajiyah; Christian Wibowo; Yusuf Raihan Putra; Zhafirah Raihannisa; Zelina Alegra Dinanti; Nabila Syadidha; Angelia Putri Arti; Muhammad Fairuzulhaq; Retno Hartati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23095

Abstract

Abstrak: Desa Tambakbulusan menjadi fokus program sekolah perempuan yang dilaksanakan oleh BEM FPIK Undip dalam kegiatan PPK Ormawa 2023 yang bertujuan untuk memberdayakan kaum perempuan sebagai kader pengelola potensi Desa Tambakbulusan, terutama potensi hutan mangrove. Sekolah perempuan di Desa Tambakbulusan mengadopsi kurikulum non formal, membentuk tingkat kapasitas perempuan dalam pengetahuan dan keterampilan pembuatan batik menggunakan pewarna alami dari mangrove. Pembinaan kelompok kader Desa Tambakbulusan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) dan kegiatan praktik yang diawali dengan identifikasi potensi, masalah, dan kebutuhan desa, dengan menggunakan kurikulum pembelajaran selama 5 bulan. Pendampingan fokus pada proses produksi, pemasaran, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) pada motif batik yang dilakukan langsung oleh kelompok kader PUTIK. Kemitraan dengan instansi terkait mendukung keberlanjutan program, dan evaluasi menggunakan skala likert untuk menilai tingkat kepuasan dan pengetahuan sasaran, sehingga didapatkan adanya peningkatan kapasitas kelompok dalam pembuatan batik khas Tambakbulusan dan festival batik menjadi promosi ekonomi desa. Sehingga, diperoleh peningkatkan keterampilan kelompok kader PUTIK dalam kegiatan produksi batik, pemasaran, dan mendapatkan HAKI untuk motif batik Desa Tambakbulusan sebesar 77,3%.Abstract: The village of Tambakbulusan has become the focus of a women's school program carried out by BEM FPIK Undip as part of the 2023 Ormawa PPK activities aimed at empowering women as potential managers of Tambakbulusan Village, especially its mangrove forest potential. The women's school in Tambakbulusan adopts a non-formal curriculum, building women's capacity in the knowledge and skills of making batik using natural dyes from mangroves. Coaching for the cadre groups of Tambakbulusan Village utilizes the Focus Group Discussion (FGD) method and practical activities beginning with the identification of the village's potentials, problems, and needs, using a 5-month learning curriculum. Coaching focuses on the production process, marketing, and even registration of Intellectual Property Rights (IPR) for batik motifs conducted directly by the PUTIK cadre groups. Partnerships with relevant agencies support the sustainability of the program, and evaluation uses a Likert scale to assess the level of satisfaction and knowledge of the targets, resulting in increased group capacity in making Tambakbulusan's signature batik and turning the batik festival into a village economic promotion. Consequently, there was an improvement in the skills of the PUTIK cadre groups in batik production activities, marketing, and obtaining IPR for Tambakbulusan village batik motifs by 77.3%.