Anis Laela Megasari
Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Fun Learning di SMK Kristen 1 Surakarta untuk Meningkatkan Edukasi Gizi dalam Pencegahan Overweight Pada Remaja Anis Laela Megasari; Hanif Maulana Tomera; Calliztha Diva Paramesti; Lintang Anasya Sidiq; Nanda Fanesya; Nadya Fadiyatul Husna6; Nisa Ayu Margaresta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.22947

Abstract

ABSTRAK Prevalensi overweight pada remaja Indonesia masih tinggi, dipengaruhi faktor sosial ekonomi, pola makan tidak seimbang, serta gaya hidup sedentari. Upaya pencegahan melalui edukasi gizi dengan pendekatan fun learning dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam mencegah kejadian overweight. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi siswa terkait hubungan pola makan atau kualitas gizi dengan kejadian overweightpada remaja, melalui penyuluhan dengan metode fun learning serta mengetahui pengaruhnya terhadap perubahan pengetahuan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest dan posttest. Subjek kegiatan adalah 21 siswa kelas XI SMK Kristen 1 Surakarta. Intervensi berupa penyuluhan gizi serta dengan metode fun learning yang melibatkan permainan edukatif, diskusi interaktif, dan media visual. Hasil pretest menunjukkan hanya 66,7% dari siswa yang memiliki pemahaman yang memadai terkait pola makan remaja. Setelah diberikan penyuluhan, hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan, dengan seluruh peserta mencapai nilai 100%. Penyuluhan dengan metode fun learning terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi siswa SMK, khususnya terkait pentingnya pola makan yang sehat pada masa remaja. Kata Kunci: Remaja, Pola Makan, Penyuluhan, Overweight, Gizi.  ABSTRACT The prevalence of overweight among Indonesian adolescents remains high, influenced by socioeconomic factors, unbalanced dietary patterns, and sedentary lifestyles. Preventive efforts through nutrition education with a fun learning approach are considered effective in raising adolescents’ awareness to prevent overweight. This activity aimed to improve students’ nutritional knowledge regarding the relationship between dietary patterns and the incidence of overweight in adolescents through nutrition counseling using the fun learning method, as well as to determine its effect on students' knowledge. This study employed a quantitative approach with a pretest-posttest design. The subjects were 21 eleventh-grade students from SMK Kristen 1 Surakarta. The intervention consisted of nutrition education using the fun learning method, which involved educational games, interactive discussions, and visual media.  The pretest results showed that only 66.7% of students had adequate understanding of adolescent eating patterns. After the counseling, the posttest results showed a significant improvement, with all participants achieving a perfect score of 100%. Nutrition counselling using the fun learning method proved to be effective in increasing students knowledge of nutrition, particularly regarding the importance of healthy eating patterns during adolescence. Keywords: Overweight, Nutrition, Eating Pattern, Counselling, Adolescent.
OPTIMALISASI PENGETAHUAN IBU DALAM MEMBENTUK GENERASI SEHAT MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING Anis Laela Megasari; Andi Nurhalisah; Ayyesa Khayla Ananda; Anis Pradita Sukmawati; Naufal Rizky Ramadhani; Yonanda Regita Noviantari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24492

Abstract

Abstrak: Pemerintah Kota Surakarta memiliki program zero stunting pada tahun 2024. Sayangnya, masih ditemukan kasus stunting di Kota Surakarta. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya pengetahuan ibu terhadap pencegahan stunting. Tujuan kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah dilakukan kegiatan ini sehingga diharapkan dapat mempercepat capaian zero stunting dan membentuk generasi sehat. Metode kegiatan ini dikemas dalam bentuk penyuluhan dengan menggunakan media leaflet. Mitra kegiatan ini yaitu ibu yang memiliki balita di Desa Jebres, sebanyak 19 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta menggunakan kuesioner dengan 10 pertanyaan pilihan ganda. Evaluasi dilakukan sebelum dan setelah penyuluhan diberikan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor pengetahuan peserta sebesar 30 (rerata skor pretest sebesar 60 dan rerata skor posttest sebesar 90). Berdasarkan hal tersebut, diharapkan dapat menjadi agenda tetap yang dilakukan oleh posyandu balita dan pihak desa dalam rangka menurunkan angka kejadian stunting di wilayah tersebut. Abstract: The Surakarta City Government has a zero stunting program by 2024. Unfortunately, cases of stunting are still found in the City of Surakarta. One of the causes is the mother's lack of knowledge regarding stunting prevention. The aim of this activity is to improve maternal technology after carrying out this activity so that it is hoped that it can accelerate the achievement of zero stunting and form a healthy generation. This activity method is packaged in the form of counseling using leaflet media. The partners for this activity are 19 mothers who have toddlers in Jebres Village. Evaluation activities were carried out to determine changes in participants' knowledge using a questionnaire. Evaluation is carried out before and after the counseling is given. The results of this activity showed that there was an increase in the participants' knowledge scores by 30 (average pretest score was 60 and average posttest score was 90). Based on this, it is hoped that this can become a permanent agenda carried out by the toddler posyandu and the village in order to reduce the incidence of stunting in the area.