This Author published in this journals
All Journal Jurnal Standardisasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENAJAMAN NILAI ACUAN STANDAR INTERNAL SS PANG 10 MELALUI UJI BANDING LABORATORIUM Ronaldo Irzon; Kurnia Kurnia
JURNAL STANDARDISASI Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v21i2.745

Abstract

Suatu pengukuran memerlukan bahan acuan sebagai pijakan mengenai ketepatan hasil analisis. Beberapa negara telah memulai membuat bahan acuan standar nasionalnya sendiri untuk dapat mendampingi hingga kelak menggantikan peran Certified Reference Material yang berharga mahal. Indonesia perlu memproduksi bahan acuan standar sendiri agar dapat memangkas biaya analisis pada masa yang akan datang. Laboratorium Pusat Survei Geologi telah memulai memuat bahan acuan standar internal yang berasal dari beragam matriks. SS Pang 10 merupakan bahan acuan standar internal berupa sedimen aliran berair payau dari Sungai Cibenying di wilayah Pangandaran. Nilai sertifikasi bahan acuan ini kemudian dipertajam melalui uji banding antar laboratorium. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan proses peningkatan mutu SS Pang 10 melalui uji banding dengan empat laboratorium nasional lain, yaitu: PSDMBP, Tekmira, Geoservices, dan Sucofindo. Empat jenis perangkat uji, yaitu: AAS, XRF, ICP-MS, dan ICP-OES diaplikasikan dalam studi ini. Rerata setiap analit, standar deviasi, standar deviasi relatif, dan derajat ketidakpastian diukur untuk dapat menentukan besaran nilai acuan standar. Presisi data kumpulan pengujian ditunjukkan oleh derajat reproduksibilitasnya. Dengan menggunakan basis reproduksibilitas <20%, terdapat 17 analit dari kelompok unsur utama dan unsur jejak pada bahan standar ini yang dapat dijadikan acuan lebih lanjut.
EMPAT BELAS KONSENTRASI RUJUKAN UTJ DAN Th PADA BAHAN ACUAN STANDAR INTERNAL BERMATRIKS GRANIT TERALTERASI Ronaldo Irzon; Shofi Andriani
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i2.897

Abstract

Bahan referensi diperlukan sebagai tolok ukur tingkat kebenaran suatu pengukuran. Untuk mengatasi biaya yang mahal dan keterbatasan matriks dari certified reference materials, maka dikembangkan aneka ragam bahan referensi internal. Batuan jenis granitoid sering diteliti karena bermanfaat dalam mempelajari sejarah tektonik suatu wilayah dan memiliki komposisi unsur tanah jarang yang relatif lebih besar dari batuan beku segar lain. Tulisan ini bertujuan untuk menjabarkan proses pembuatan bahan uji internal dengan matriks batuan granit teralterasi yang diambil dari Tambang Pemali di Pulau Bangka pada koordinat 1° 53’ LS dan 106° 03’ BT. Homogenisasi sampel dilakukan secara manual sedangkan preparasi dilaksanakan dengan proses destruksi asam. Kadar analit pada sampel diukur menggunakan Inductively Coupled Plasma – Mass Spectrometry (ICP-MS) di Laboratorium Pusat Survei Geologi. Empat belas konsentrasi analit yang terdiri dari tiga belas UTJ dan Th telah layak untuk dijadikan nilai rujukan setelah melalui proses penentuan limit deteksi, derajat kebenaran, dan tingkat presisi. Bahan standar internal ini dapat segera dimanfaatkan pada analisis sampel dengan matriks yang sesuai maupun sebagai pendamping certified reference materials.
PEMBUATAN MATERIAL ACUAN INTERNAL BERUPA BATUAN PADA ZONA KAOLINISASI DARI KOKAP KULON PROGO MENGGUNAKAN ICP-MS Ronaldo Irzon
JURNAL STANDARDISASI Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v19i2.500

Abstract

Setiap pengujian membutuhkan materail acuan standar untuk mengkonfirmasi kebenaran hasilnya. CRM sebagai material acuan standar berlevel internasional memang memiliki tingkat kepercayaan yang baik namun berharga sangat tinggi sehingga diperlukan bahan lain sebagai pendamping. Penelitian ini membahas mengenai proses pembuatan material acuan internal berupa batuan dari zona kaolinisasi yang diambil dari wilayah Kokap, Kulon Progo untuk analisis unsur jarang dan tanah jarang. Calon standar internal dibagi menjadi delapan fraksi dan diukur komposisinya menggunakan ICP-MS milik Pusat Survei Geologi. Tingkat ketelitian metoda uji ditunjukkan oleh statistika pengukuran larutan kalibrasi yang sangat baik. AGV-2 dijadikan sebagai acuan utama dan dilengkapi dengan GBW 7113 untuk menjaga kebenaran pengukuran. Sebagian besar analit memiliki  tingkat akurasi yang baik dengan memperbandingkan nilai acuan pada kedua CRM tersebut terhadap hasil pengukuran. Homogenitas setiap fraksi calon standar dipastikan melalui metoda Anova singel factor. Penelitian ini telah menghasilkan nilai terhadap 23 elemen yang dianggap layak dijadikan acuan berupa rerata pengukuran dan standar deviasinya. Penelitian ini layak dilanjutkan dengan uji antar laboratorium sehingga tingkat kepercayaan dapat ditingkatkan menjadi bahan acuan nasional.