Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM PENGUKURAN TEGANGAN TEMBUS FREKUENSI RENDAH (50 Hz/60 Hz) UNTUK STANDARISASI PENGUKURAN ARUS BOCOR ISOLATOR PADA TEGANGAN TINGGI KONTINYU DI KONDISI KERING DAN BASAH R. Hadi Sardjono; Ahnan Ma’ruf; Dono Bardono
JURNAL STANDARDISASI Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v14i3.89

Abstract

Isolator tegangan tinggi adalah salah satu komponen listrik di saluran transmisi yang dipergunakan untuk penyaluran daya listrik tegangan tinggi. Kualitas penyaluran daya berbanding terbalik dengan tingkat kebocoran arus isolator. Tingkat kebocoran arus isolator dapat dikuantitasi dengan metode pengukuran tegangan tembus pada kondisi kering dan basah. Tujuan dari penelitian ini  adalah mengembangkan kemampuan pengukuran tegangan tinggi kontinyu yang telah dimiliki oleh Puslit KIM – LIPI sejak 1980-an, menjadi sebuah sistem pengukuran tegangan tembus isolator mencapai 100 kV pada frekuensi rendah (50 Hz/60 Hz) yang dilengkapi dengan sebuah chamber (pengondisi ruang) pengukuran. Pada penelitian ini telah diukur sebuah isolator tegangan tinggi telah terukur dalam ruang chamber dan telah menunjukkan tingkat penurunan kualitas mencapai 94 % pada kondisi kering dan mencapai 42 % pada kondisi basah.
MENINGKATKAN KESTABILAN SISTEM PENGUKURAN STANDAR NASIONAL ARUS AC DENGAN METODA SANGKAR FARADAY LEBIH KECIL DARI 5 PPM R. Hadi Sardjono
JURNAL STANDARDISASI Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v11i3.679

Abstract

Ketelitian pengukuran arus ac ditentukan oleh tingkat keandalan sistem pengukuran terhadap gangguan rugi-rugi baik yang berasal dari dalam maupun luar rangkaian. Selama ini sistem pengukuran standar nasional arus ac dilakukan dengan meletakkan instrument standar TCC (Thermal Current Transfer) diruang terbuka. Pada penelitian ini instrument standar TCC tersebut diletakkan didalam sebuah ruang anti medan elektromagnetik atau disebut sangkar Faraday. Berdasarkan hasil penelitian ini, tingkat rugi rugi telah terminimisasi dari sebesar  2.79 ppm menjadi 0.64 ppm.