Sari Nova
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN BEBANTUAN GAME EDUKASI DIGITAL EDUCAPLAY MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI KONSEP GEOGRAFI TERHADAP TINGKAT KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 15 PADANG TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Sulha Ratu Intan; Sari Nova
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39637

Abstract

The purpose of this research is to identify the steps involved in implementing the inquiry learning model assisted by the digital educational game Educaplay in teaching geography concept material, as well as to measure the learning outcomes of the experimental class using the inquiry model and the control class using conventional methods for comparison. In addition, this study aims to determine the effect of using the inquiry learning model assisted by Educaplay on students’ critical thinking skills. This study employs an experimental method with a quantitative research approach. The sampling technique used is purposive sampling, with class X E2 designated as the experimental class and class X E1 as the control class. Data collection techniques include observation, tests, and documentation. The critical thinking test was administered after the treatment to both classes in the form of essay questions constructed based on critical thinking indicators. The results of the research show that the average pretest score of the experimental class was 60.12, which increased to 84.35 on the posttest. Meanwhile, the control class obtained an average pretest score of 59.88 and a posttest score of 74.21. Based on the results of the independent sample t test, the significance value was less than 0.05, indicating that H0 was rejected and Ha was accepted. Therefore, it can be concluded that the use of the inquiry learning model assisted by the digital educational game Educaplay has a positive effect on improving students’ critical thinking skills in geography concept material.
Pengaruh Penggunaan Media Quizalize Pada Materi Fenomena Geosfer Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X di SMAN 10 Padang Putri Melati Taufik; Sari Nova
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46168

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bagaimana penggunaan media Quizalize dalam proses pembelajaran geografi pada materi fenomena geosfer, (2) untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar, (3) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan media Quizalize terhadap hasil belajar siswa kelas X di SMAN 10 Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen Research dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian ditentukan melalui Teknik Simpel Random Sampling, dengan kelas XE 1 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional dan kelas XE 2 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan media Quizalize. Pengambilan data dilakukan melalui tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan berupa uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis, uji regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Penggunaan media Quizalize pada materi fenomena geosfer berjalan sesuai enam tahapan sintak (stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization), (2) Penggunaan media Quizalize memberikan peningkatan terhadap hasil belajar siswa yang dapat dilihat dari tiga ranah hasil belajar, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, (3) Penggunaan media Quizalize berpengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil belajar. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 84,43 dan nilai rata-rata kelas kontrol 64,35, yang menunjukan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Dari t menunjukan nilai Sig sebesar 0,000 < 0,05, hasil uji f diperoleh nilai t 181,433 dan nilai signifikasi yang dihasilkan yaitu 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Quizalize pada materi fenomena geosfer berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X di SMAN 10 Padang.
PERAN PENDAMPING KELUARGA PENERIMA MANFAAT (KPM) PROGRAM KELUARGA HARAPAN(PKH) DALAM PENANGGULANGAN BALITA STUNTING DI NAGARI SUNGAI TALANG KABUPATEN LIMA PULUH KOTA: PERAN PENDAMPING KELUARGA PENERIMA MANFAAT (KPM) PROGRAM KELUARGA HARAPAN(PKH) DALAM PENANGGULANGAN BALITA STUNTING DI NAGARI SUNGAI TALANG KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Venny siska; Sari Nova
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13093

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah 1) menganalisis peran pendamping keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) dalam menanggulangi balita stunting dinagari sungai talang kabupaten lima puluh kota, dan 2) mengetahui problematika yang dihadapi pendamping keluarga penerima manfaat (KPM) Program keluarga harapan (PKH) dalam menanggulangi balita stunting di Nagari Sungai Talang Kabupaten lima puluh kota. Jenis penelitian kualitatif pendekatan deskriptif,sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder .informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling .data dikumpulkan dengan cara observasi,wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan reduksi data,display data,dan penarikan kesimpulan. Peran Pendamping Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Menanggulangi Balita Stunting di Nagari Sungai Talang Kabupaten Lima Puluh Kota: a) Peran Pendididkan. Pendamping PKH melakukan tinjauan ke sekolah tentang pentingnya kesehatan dan gizi pada anak balita dan ibunya, b) fasilitator, dilakukan pada KPM dengan pendampingan rutin, membuka ruang waktu bagi keluarga penerima PKH untuk bisa mengetahui keluhan-keluhan peserta binaan dan pendamping PKH memberikan dukungan kepada ibu hamil untuk memeriksa kesehatan baik itu di Posyandu maupun di Puskesmas, dan c) Peran pendampingan. Berkoordinasi dengan Kader, Jorong, Wali Nagari dan Bidan Desa terkait dengan penerima PKH.