Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pola Interaksi Sosial Perangkat Desa Taman Indah dalam Melayani Masyarakat Heriyadi; Suhaili
Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity Vol. 1 No. 2 (2023): Ulul Albab: Journal Dak`wah and Social Religiosity
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/vws3b534

Abstract

Pemerintah desa merupakan aparatur pemerintahan yang bertugas di pedesaan yang mempunyai wewenang sebagai penyelenggara dan penanggung jawab utama di bidang pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan, dan urusan kepentingan umum termasuk pembinaan ketentraman dan ketertiban. Disamping itu pemerintahan desa mengemban tugas membangun mental masyarakat, baik dalam bentuk menumbuuhkan maupun mengembangkan semangat membangun yang dilandasi oleh azaz usaha bersama dan kekeluargaan. Manusia membutuhkan interaksi artinya bahwa interaksi merupakan kegiatan timbal balik dan juga sebagai perwujudan aktivitas sosial manusia. Begitulah yang seharusnya terjadi dalam tatanan pemerintahan desa terhadap masyrakat desa Taman Indah dalam melayani masyarakat, memberikan pelayan yang baik dengan interaksi dan komunikasi sesuai tingkat pemahaman masyarakat. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pola interaksi sosial perangkat desa dalam melayani masyarakat desa Taman Indah. Adapun Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang menghasilkan diskripsi yang jelas dan data-data yang didapat sesuai dengan data yang diinginkan sehingga bisa dianalisis dengan baik. Penelitian ini menemukan bahwa pola interaksi sosial perangkat desa di antaranya adalah 1) Pola interaksi komunikasi antara individu dengan individu. 2) Pola interaksi komunikasi antara individu dengan kelompok. 3) Pola interaksi komunikasi antara kelompok dengan kelompok.
Pola Interaksi Sosial Perangkat Desa Taman Indah dalam Melayani Masyarakat Heriyadi; Suhaili
Ulul Albab: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2023): Ulul Albab: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/vws3b534

Abstract

The village government is a government apparatus serving in rural areas which has the authority as the main organizer and person responsible for the fields of government, development, community and public interest matters including the promotion of peace and order. Apart from that, the village government carries out the task of developing the community's mentality, both in the form of cultivating and developing a building spirit based on the principles of joint enterprise and kinship. Humans need interaction, meaning that interaction is a reciprocal activity and also a manifestation of human social activity. That is what should happen in the village government structure for the Taman Indah village community in serving the community, providing good service with interaction and communication according to the community's level of understanding. This research aims to find out the social interaction patterns of village officials in serving the Taman Indah village community. The research method used is a qualitative approach which produces a clear description and the data obtained is in accordance with the desired data so that it can be analyzed well. This research found that the social interaction patterns of village officials include 1) Communication interaction patterns between individuals and individuals. 2) Communication interaction patterns between individuals and groups. 3) Communication interaction patterns between groups and groups.
Menjadi Muslim Urban: Negosiasi Identitas dan Kesalehan Anak Muda Indonesia Akhmad Ramidi; Suhaili
Ulul Albab: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 2 (2025): Ulul Albab: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/t5c3ec13

Abstract

Anak muda urban di Indonesia semakin menonjol dalam dua dekade terakhir, seiring dengan laju urbanisasi, globalisasi, dan perkembangan teknologi digital. Anak muda urban Muslim tidak hanya menjadi konsumen budaya populer, tetapi juga aktor penting dalam membangun identitas keislaman di ruang publik, baik melalui komunitas hijrah, dakwah digital, maupun praktik sehari-hari. Artikel ini mengkaji dinamika anak muda urban yang menegosiasikan identitas, membentuk komunitas, serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik kewarganegaraan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dan analisis wacana untuk menyoroti bagaiamana anak muda membentuk urban Muslim. Artikel ini menunjukkan bahwa anak muda Muslim urban membangun identitas hibrid yang memadukan religiusitas dengan gaya hidup modern, mengembangkan solidaritas melalui komunitas hijrah, dan memperluas peran sosial-politik melalui ruang digital. Artikel ini menegaskan bahwa proses menuju urban Muslim merupakan respons kreatif anak muda terhadap tantangan modernitas sekaligus bentuk baru keberagamaan di era global.
STUDI TENTANG STRATEGI DAKWAAN TGH. MUHTAR AMIN DALAM MENGATASI PERILAKU MASYARAKAT DI KECAMATAN TERENGAN, DESA PEWIANG TIMUR Suhaili
Al-Mubin Jurnal Ilmiah Islam
Publisher : Department of Research and Community Service at the Ummul Quro Al-Islami Bogor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the da'wah strategy of TGH. Muhtar Amin in responding to the behavior of the community in the hamlet of Terengan, East Pemenang Village . The results of the study show that a strategy does not have to be written but can come directly from the mind and then realized. TGH. Muhtar Amin did not make a da'wah strategy in writing or through meetings, but in practice there are several actions that he did. He paid attention to four very important elements in making a strategy, namely strengths, da'wah opportunities, weaknesses and threats. So that several actions emerged that he took, including: a) Proportionalization of Da'wah Material; b) Material Directly From the Book; c) Effectiveness and Time Efficiency; d) Bringing Other Tuan Gurus to his Ta'lim Assembly; e) Separating Da'wah Among the Community. To strengthen his da'wah strategy, of course there are supporting factors in carrying out da'wah. There are at least two supporting factors for TGH. Muhtar Amin in carrying out his da'wah, namely: a) Strategic da'wah location; b) Founder of the First Majlis in Terengan Hamlet, Pemenang Timur Village; c) Has a congregation from various levels of society; d) TGH. Muhtar Amin is one of the oldest religious figures so that by implementing several strategies, as well as the existence of several supporting factors as well as obstacles and efforts related to his da'wah in Pemenang Timur Village, where the nature of the community is heterogeneous or diverse, it can be carried out well and evenly.