Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kualitas Lingkungan Kerja dalam Peningkatan Kinerja di PT Pos Indonesia (Persero) Kabupaten Ngawi Eka Rahayu; Lilik Sofianiyatin; Bahrul Alamsyah
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis (JIMBI) Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis (JIMBI) - Juni
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jimbi.v7i1.7080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas lingkungan kerja fisik dan sosial di PT Pos Indonesia (Persero) KC Ngawi serta menjelaskan perannya dalam mendukung pelaksanaan kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan selama kurang lebih satu bulan, wawancara semi-terstruktur kepada 18 informan yang terdiri atas 15 pegawai tetap dan 3 tenaga kemitraan, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik di PT Pos Indonesia KC Ngawi tergolong cukup kondusif, ditunjukkan oleh ruang kerja dan area pelayanan yang tertata, kebersihan yang terjaga, fasilitas kerja yang tersedia, serta perhatian terhadap keamanan dan kenyamanan kerja. Dari aspek sosial, komunikasi antarpegawai, hubungan atasan dan bawahan, kerja sama tim, dukungan sosial, serta budaya kerja yang menekankan kedisiplinan dan tanggung jawab turut mendukung kelancaran pelaksanaan tugas. Evaluasi lingkungan kerja juga dilakukan sebagai upaya untuk mengidentifikasi kendala dan memperbaiki kondisi kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas lingkungan kerja fisik dan sosial berperan dalam mendukung kinerja pegawai melalui terciptanya kenyamanan kerja, kelancaran koordinasi, efektivitas pelayanan, dan keteraturan pelaksanaan tugas.
DIVERSIFIKASI SABUN DARI MINYAK JELANTAH SEBAGAI STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN EKONOMI KREATIF RUMAH TANGGA Eka Rahayu; Muhammad Fadlan Fanani; Latifah Nurul Jannah; Salwa Azhari; Ade Irma Nurviana; Muhammad Ikhsan Mahmudi; Aniq Ilyas Mahin; Efa Fardani Saputri; Eva Dwiyanti Putri Maesaroh; Binti Muthmainnah; Iif Bahrul Ulum; Fathmala Gina Aprillianti
Abdimas IAI Ngawi Vol 4 No 2 (2026): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v4i2.3257

Abstract

Used cooking oil is a common household waste generated from repeatedly reusing frying oil, and when discharged directly into soil or waterways it can pollute the environment and pose health risks if consumed again. This article aims to describe the implementation of a community service program consisting of outreach and training on processing used cooking oil into soap as a strategy for environmental management and household-based creative economy in Sambiroto Village, Padas District, Ngawi Regency. The problem is focused on the community's limited knowledge and skills in managing used cooking oil waste, which has so far only been discarded without further treatment. To address this problem, the study draws on saponification theory the reaction between triglycerides in used cooking oil and strong bases such as NaOH or KOHcombined with a Participatory Action Research (PAR) approach that emphasizes active community involvement through the cycle of reconnaissance, planning, acting, observing, and reflecting. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and activity documentation, and were analyzed using descriptive qualitative analysis. This study concludes that the participatory approach through outreach, hands-on practice, and mentoring was able to improve the community's knowledge and skills in processing used cooking oil into economically valuable soap, while opening opportunities for a household-waste-based creative economy in Sambiroto Village.   Abstrak: Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang dihasilkan dari kebiasaan menggunakan minyak goreng secara berulang, dan apabila dibuang secara langsung ke tanah maupun saluran air dapat mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan jika dikonsumsi kembali. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun sebagai strategi pengelolaan lingkungan sekaligus ekonomi kreatif rumah tangga di Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Masalah difokuskan pada rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah minyak jelantah, sehingga selama ini limbah tersebut hanya dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori saponifikasi, reaksi antara trigliserida dalam minyak jelantah dengan basa kuat seperti NaOH atau KOH, serta pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat melalui siklus reconnaissance, planning, acting, observing, dan reflecting. Data-data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi kegiatan, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, praktik langsung, dan pendampingan mampu menunjukkan pemahaman dan keterampilan Masyarakat dalam mengolah minyak jelantah menjadi sabun bernilai ekonomis, sekaligus membuka peluang usaha ekonomi kreatif berbasis pengelolaan limbah rumah tangga di Desa Sambiroto. Kata Kunci: limbah jelantah, sabun, saponifikasi, daur ulang, ramah lingkungan