Ali Matius
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Pelayanan Sekolah Minggu bagi Kehidupan Rohani Anak-Anak di Gereja Lokal Puspa Weni; Dina Kristiani; Ali Matius
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/n6c73894

Abstract

Abstract: The church is a place to foster congregation members so that they continue to have a goodrelationship with God. Children in the local church are also members of the congregation who arepart of the body of Christ, so the Sunday school ministry is a ministry that is very closely related tothe church. The research method used in this research is library research. So the role of the Sundayschool teacher is also significant in this ministry. Through proper and effective ministry by Sundayschool teachers, children can be guided and grow spiritually to live in the knowledge of Christincreasingly.Keywords: Sunday school ministry, spiritual life, childrenAbstrak: Gereja merupakan wadah untuk membina warga jemaat agar tetap memiliki hubunganyang baik dengan Tuhan. Anak-anak di gereja lokal juga adalah warga jemaat yang merupakanbagian dari tubuh Kristus itu, sehingga pelayanan sekolah minggu merupakan pelayanan yangsangat erat kaitannya dengan gereja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahstudi kepustakaan (library research). Maka dapat disimpulkan bahwa eranan guru sekolah minggujuga sangat penting dalam pelayanan ini. Melalui pelayanan yang tepat dan efektif oleh para gurusekolah minggu, anak-anak dapat dibimbing dan bertumbuh dalam kehidupan rohani merekasehingga semakin hari semakin hidup dalam pengenalan akan Kristus.Kata kunci: pelayanan Sekolah Minggu, kehidupan rohani, anak-anak
Kepemimpinan Jhon Calvin Yang Transformatif Ali Matius
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/1qwqv122

Abstract

Abstract: Calvin is a Transformative leader who brings many changes. The liberator of the people from wrong ideas (heresy), in which he also refers to himself as the reformer, a reformed theological architect. if Luther was the soldier who launched the opening shot of the Reformation, Calvin was the main expert who consolidated the results of Protestant progress. He tried to reform not only the doctrine and organization of the church, as did Luther, but also the socio-political order in accordance with the word of God. Calvin proved that he was a "complete leader" with strong characters, more comprehensive knowledge, and more special, and social and technical skills that were very reliable in his leadership. Proof of his reliability as a leader and realized by training / developing, education is celebrated as a center of education, thus giving birth to a new generation / leader. The superiority of Calvin's leadership is proven by the presence of new leaders who emerge and lead excellence in continuing his leadership. Calvin proved to be a smart, creative and effective shepherd. This can be seen in Calvin building a healthy and neatly arranged organization. This greatly supports the continuity of the institution / organization it leads. Calvin applies the science of leadership, management and administration well. So as to produce effective service performance and bring success to the church he leads. Calvin proves that the implementation of tasks is effective by delegating leadership tasks to the right people and with a definite system. And can be monitored, also evaluated.Keywords: Transformative Leader, Complete leader, Strong Characters, Comprehensive KnowledgeAbstrak: Calvin adalah pemimpin yang Transformatif yang membawa banyak perubahan. Pembebas umat dari faham yang salah (ajaran sesat), di mana Ia pun merujuk kepada diri-Nya sebagai sang reformator, seorang arsitek theologia reformasi. apabila Luther adalah prajurit yang meluncurkan tembakan pembukaan Reformasi, maka Calvin adalah pakar utama yang mengonsolidasikan hasil-hasil kemajuan Protestan. Ia berusaha mereformasi bukan hanya doktrin dan organisasi gereja, seperti yang dilakukan oleh Luther, tetapi juga tatanan sosial-politik sesuai dengan firman Allah. Calvin membuktikan bahwa diri-Nya adalah "Pemimpin lengkap" dengan karakter yang tangguh, memiliki pengetahuan yang komprehensif, dan khas lebih, serta kecakapan sosial dan teknis yang sangat andal dalam kepemimpinan-Nya . Pembuktian keandalan-Nya sebagai pemimpin dan diwujudkan dengan melatih/mengembangkan, para pendidikan di jenewa sebagai pusat pendidikan, sehingga melahirkan generasi /pemimpin baru. Keunggulan kepemimpinan Calvin ini terbukti dengan adanya pemimpin baru yang muncul dan memimpin secara unggul dalam meneruskan kepemimpinan-NyaKata kunci: Pemimpin Transformatif, karakter, pengetahuan
Makna Ungkapan Jagalah Hatimu dengan segala Kewaspadaan berdasarkan Amsal 4:23 dan Implikasinya Terhadap Jemaat di Gereja Gerakan Pentakosta Hakka Pontianak Donos; Ali Matius
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/57ray678

Abstract

Abstract: Guard the heart with all vigilance because that is where life radiates as real evidence for the life of the congregation for bringing the heart to God through prayer, studying God's Word because God's Word is the most effective means and can detect the human heart, willing and ready to be shaped by God. Because God is an expert in restoring hearts and making them something beautiful and valuable in His eyes. Taking care of your heart not only takes care of one's feelings, but also makes a commitment to trust one another. Guard your heart from all vigilance leading to humility directing youth to realize that life means nothing without God. The existence of oneself who can still enjoy life until now, what one has, that one is proud of in life all comes from God. The results of research conducted using descriptive qualitative research methods; it was found that the GGP Hakka Pontianak congregation who already understood about guarding the heart from all vigilance had an impact on the life of the congregation that radiated. Guarding one's heart greatly influences the life attitude of the GGP Hakka Pontianak congregation as a guide to improving one's self-attitude.Key words: Take Care of Your Heart, All Vigilance, Radiate Life and Congregation.Abstrak: Jagalah hati dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan sebagai bukti nyata bagi kehidupan jemaat karena membawa hati kepada Tuhan melalui doa, belajar kepada Firman Tuhan sebab Firman Tuhan adalah sarana yang paling efektif dan dapat mendeteksi hati manusia, mau serta siap sedia dibentuk oleh Tuhan. Sebab Tuhan adalah ahli dalam memulihkan hati dan menjadikannya sesuatu yang indah dan berharga di mata-Nya. Jagalah hati tidak hanya menjaga perasaan seseorang, akan tetapi juga membuat komitmen agar saling memercayai satu sama lain. Jagalah hati dari segala kewaspadaan mengarahkan kepada sikap kerendahan hati mengarahkan pemuda untuk menyadari bahwa hidup tidaklah berarti apa-apa tanpa Tuhan. Keberadaan diri yang masih dapat menikmati hidup sampai dengan saat ini, apa yang dimiliki, yang banggakan ada dalam hidup semuanya bersumber dari Tuhan. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, didapati bahwa jemaat GGP Hakka Pontianak yang sudah memahami tentang menjaga hati dari segala kewaspadaan berdampak dalam kehidupan jemaat yang terpancar. Menjaga hati sangat mempengaruhi sikap hidup jemaat GGP Hakka Pontianak sebagai pedoman memperbaiki sikap diri.Kata kunci: Jagalah Hati, Segala Kewaspadaan, Terpancar Kehidupan dan Jemaat