Putri Ahimsa Ibrahim Harahap
Department of Anthropology, Universitas Gadjah Mada, Jl. Bhinneka Tunggal Ika, Sendowo, Sinduadi, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Beauty Reviewer : Menuju Popularitas dan Karir di Dunia Digital Putri Ahimsa Ibrahim Harahap
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.286-300

Abstract

Penelitian ini membahas proses yang dilakukan oleh beauty reviewer dalam membentuk akun kecantikan mereka dan menarik audiens di Instagram. Beauty reviewer sebagai selebriti mikro dalam kultur selebriti internet dengan jumlah audiens yang masih dalam skala kecil namun mampu membangun ketertarikan terhadap audiensnya. Maka adanya strategi sangat mempengaruhi beauty reviewer untuk mengembangkan akun kecantikan mereka di Instagram. Serta menjaga keberlangsungan akun-akun kecantikan  mereka dan sebagai beauty reviewer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi partisipasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya strategi yang dibutuhkan oleh beauty reviewer untuk mendapatkan audiens seperti presentasi diri, hubungan dengan audiens, dan kebutuhan untuk berjejaring dengan sesama beauty reviewer. Mereka yang berawal dari orang biasa yang berangkat dari keresahan ketika menjadi konsumen dari produk-produk kecantikan. Sehingga mereka merasa harus membagikan pengalaman mereka lewat sebuah akun kecantikan di Instagram. Dengan tujuan ingin membagikan apa yang mereka alami, membuat penyampaian mereka dapat diterima dengan lebih mudah oleh audiens. Cara mereka bercerita lewat konten-konten di akun kecantikan mereka dirasa dekat dengan apa yang dialami juga oleh audiens mereka. Menjadi beauty reviewer menuntut mereka untuk terus konsisten dalam mengelola akun kecantikannya. Dan untuk mempertahankan itu, beauty reviewer harus memiliki skala prioritas hingga tujuan yang lebih dari sekedar popularitas.