Dimas Erlangga
Prodi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Jl. William Iskandar Ps. V, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20221

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Jaringan Sosial Antar Pedagang Bakso Pada Paguyuban Semar Nusantara di Kota Medan Dimas Erlangga
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 8, No 1 (2024): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.8.1.64-78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang dibentuknya Paguyuban Semar Nusantara di Kota Medan serta bentuk jaringan sosial dan upaya yang dilakukan dalam mempertahankan jaringan sosial antar pedagang bakso yang tergabung dalam Paguyuban Semar Nusantara di Kota Medan. Jaringan sosial sangat diperlukan bagi perantauan meski hanya sebagai seorang pedagang bakso, agar dapat mengetahui pasar penjualan bakso di Kota Medan dan meningkatkan daya saing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi partisipasi dengan terlibat secara langsung dan mengamati aktivitas bentuk jaringan antar pedagang bakso yang tergabung dalam Paguyuban Semar Nusantara di Kota Medan, wawancara mendalam, serta dokumentasi berupa pengambilan gambar dalam segala aktivitas yang dikerjakan oleh informan, rekaman suara dalam proses wawancara mendalam, hingga pengambilan video yang mengalisis kegiatan para pedagang bakso yang tergabung dalam Paguyuban Semar Nusantara di Kota Medan. Hasil penelitian menemukan latar belakang dibentuknya Paguyuban Semar Nusantara di Kota Medan yaitu; (a) karena banyak perantau yang berasal dari Jawa Tengah memilih Kota Medan (b) menjaga tali persaudaraan dan kekeluargaan (c) mempertahankan identitas diri (d) agar mendapatkan suasana kebersamaan seperti di kampung halaman. Bentuk jaringan sosial antar pedagang bakso yang tergabung dalam Paguyuban Semar Nusantara yaitu; (1) jaringan mikro (2) jaringan meso (3) jaringan makro dan (a) segi sosial (b) segi ekonomi. Terdapat beberapa upaya yang dilakukan dalam mempertahankan jaringan sosial antar pedagang bakso yang tergabung dalam Paguyuban Semar Nusantara di Kota Medan yaitu; (a) mengadakan pertemuan rutin (b) saling menjaga solidaritas dan kekompakan (c) membuat grup WhatsApp (d) menjaga kestabilan harga jual.