p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Fathiyati Fathiyati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Buah Kurma (Phoenix Dactylifera) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Dengan Anemia Filda Fairuza; Elva Febri Ashari; Fathiyati Fathiyati; Intan Noviana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60884

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi pada remaja putri. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar hemoglobin adalah dengan mengonsumsi buah kurma (Phoenix dactylifera) yang mengandung zat besi, vitamin C, asam folat, dan berbagai mineral yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Berdasarkan studi pendahuluan di MTsN 2 Kota Serang, terdapat 31 siswi kelas VII yang mengalami anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian buah kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia kelas VII di MTsN 2 Kota Serang Banten Tahun 2026. Metode penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 31 remaja putri yang mengalami anemia dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Intervensi dilakukan dengan pemberian buah kurma selama 14 hari. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat EasyTouch GCHB. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari hasil signifikan 5% (p-value = 0,000 < 0,05) setelah pemberian buah kurma selama 14 hari menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian buah kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia. Kesimpulan pemberian buah kurma (Phoenix dactylifera) efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia. Buah kurma dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri.
Pengaruh Edukasi Video Animasi Tentang Anemia (Anima) Terhadap Tingkat Pengetahuan Anemia Pada Remaja Putri Kelas VII Fathiyati Fathiyati; Filda Fairuza; Rina Octavia; Desfi Tri Damayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61851

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan, kemampuan belajar, serta produktivitas di masa depan. Rendahnya tingkat pengetahuan mengenai anemia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan anemia. Salah satu media edukasi yang dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja adalah video animasi karena mampu menyampaikan informasi secara menarik melalui kombinasi gambar, suara, dan teks. Berdasarkan studi pendahuluan di SMPN 6 Maja, sebagian besar siswi kelas VII masih memiliki pengetahuan yang rendah mengenai anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi Video Animasi Tentang Anemia (ANIMA) terhadap tingkat pengetahuan anemia pada remaja putri kelas VII di SMPN 6 Maja Tahun 2026. Metode penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri kelas VII di SMPN 6 Maja sebanyak 48 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Intervensi dilakukan melalui pemberian edukasi menggunakan Video Animasi Tentang Anemia (ANIMA). Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Paired Sample t-test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang (93,7%) dengan nilai rata-rata sebesar 17,48, sedangkan setelah intervensi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (87,5%) dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 25,46. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan pemberian Video Animasi Tentang Anemia (ANIMA) terhadap tingkat pengetahuan anemia pada remaja putri. Kesimpulan edukasi menggunakan Video Animasi Tentang Anemia (ANIMA) efektif meningkatkan tingkat pengetahuan anemia pada remaja putri kelas VII di SMPN 6 Maja Tahun 2026. Media video animasi dapat dijadikan sebagai alternatif media pendidikan kesehatan di sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan mendukung upaya pencegahan anemia pada remaja putri.