Arif Rachman Putra
Universitas Sunan Giri

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEASURABLE KEY PERFORMANCE INDICATORS AS A TOOL FOR ASSESSING THE SUCCESS OF AN ORGANIZATION'S BUSINESS IMPLEMENTATION Didit Darmawan; Seftia Ayuningsih; Muhammad Ricky Tirta Jagad Dhita; Rahayu Mardikaningsih; Arif Rachman Putra
International Journal Management and Economic Vol. 5 No. 2 (2026): May: International Journal Management and Economic
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/ijme.v5i2.2698

Abstract

This study examines the role of measurable key performance indicators (KPIs) as instruments for assessing the success of organizational business execution. Using a qualitative literature review approach, the study analyzes relevant scholarly works on performance measurement, strategic management, and KPI design to identify the principles underlying effective indicator selection, measurement, and use in managerial decision-making. The findings show that effective KPIs should possess relevance, validity, reliability, and sensitivity to change, while also maintaining direct alignment with organizational strategic objectives. KPI selection should be grounded in causal logic that links strategic actions to expected outcomes and should incorporate a balanced combination of leading and lagging indicators. The study also highlights the importance of limiting the number of indicators according to the principle of parsimony in order to maintain managerial focus on critical performance dimensions. In addition, realistic target setting, reliable data collection, validation procedures, and dashboard-based visualization are essential for improving the usefulness of performance information. The effectiveness of KPI systems further depends on the organization’s ability to interpret performance data, integrate it into formal decision-making processes, and use it to support accountability, organizational learning, and continuous improvement. This study contributes theoretically to the understanding of the relationship between performance measurement and strategic management, while practically offering guidance for organizations in designing KPI systems that support evidence-based evaluation of business execution.
KONTRIBUSI BERKESINAMBUNGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT DAN TQM TERHADAP PENGEMBANGAN KINERJA KARYAWAN Arif Rachman Putra; Didit Darmawan
Jurnal Ilmiah Satyagraha Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Satyagraha
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/34cdm449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh knowledge management dan total quality management (TQM) terhadap kinerja karyawan pada sebuah perusahaan multinasional. Metode yang digunakan adalah survei asosiatif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 100 pekerja yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur, yang kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik knowledge management maupun TQM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Peningkatan pengelolaan pengetahuan dan implementasi prinsip TQM terbukti mampu mendorong kolaborasi, inovasi, serta produktivitas individu maupun tim. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya perusahaan untuk berinvestasi dalam sistem manajemen pengetahuan dan perbaikan kualitas berkelanjutan sebagai strategi meningkatkan daya saing dan kinerja organisasi.
OPTIMIZING HR OPERATIONS THROUGH HUMAN CAPITAL CAPABILITY AND WORKLOAD STRUCTURING Arif Rachman Putra; Didit Darmawan
Jurnal Ilmiah Satyagraha Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Satyagraha
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/satyagraha.v9i1.164

Abstract

Abstrak – Penelitian ini mengkaji pengaruh Kompetensi SDM dan Manajemen Beban Kerja terhadap Efisiensi Operasional SDM di perusahaan menengah di Surabaya dengan 398 karyawan. Meningkatnya permintaan akan layanan administratif yang lebih cepat, akurasi data SDM yang lebih tinggi, dan proses yang lebih efisien mengharuskan unit SDM untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya sambil mengelola beban kerja administratif secara lebih sistematis. Kompetensi SDM didefinisikan sebagai kombinasi dari keahlian teknis, kemampuan analitis, kemampuan interpersonal, dan pengetahuan regulasi yang memungkinkan staf SDM untuk memberikan layanan yang andal dan responsif. Manajemen Beban Kerja mencerminkan kemampuan organisasi untuk mendistribusikan tanggung jawab administratif secara proporsional dan mencegah kelebihan beban peran yang dapat mengganggu ketepatan waktu dan akurasi layanan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data yang dikumpulkan dari 284 karyawan melalui kuesioner online, penelitian ini menggunakan regresi linier berganda untuk menguji efek langsung kedua variabel independen terhadap Efisiensi Operasional SDM. Hasil menunjukkan bahwa Kompetensi SDM secara signifikan meningkatkan kecepatan proses, akurasi, dan optimasi sumber daya, sementara Manajemen Beban Kerja yang efektif berkontribusi pada penyelesaian layanan tepat waktu dan pengurangan kesalahan administratif. Bersama-sama, kedua prediktor tersebut menjelaskan lebih dari setengah varians dalam Efisiensi Operasional SDM. Temuan ini menyoroti pentingnya memperkuat kemampuan SDM dan mengatur beban kerja administratif untuk membangun fungsi SDM yang lebih fleksibel dan berprestasi tinggi.   Kata kunci: Kompetensi SDM, pengelolaan beban kerja, efisiensi operasional SDM, kinerja administratif, layanan karyawan.   Abstract – This study examines the influence of HR Competence and Workload Management on HR Operational Efficiency in a medium-scale company in Surabaya with 398 employees. The growing demand for faster administrative services, higher accuracy of HR data, and streamlined processes requires HR units to improve their human capital capability while managing administrative workloads more systematically. HR Competence is conceptualized as the combination of technical mastery, analytical ability, interpersonal capability, and regulatory knowledge that enables HR staff to deliver reliable and responsive services. Workload Management reflects the organization’s ability to distribute administrative responsibilities proportionally and prevent role overload that may disrupt service timeliness and accuracy. Using a quantitative approach with data collected from 284 employees through an online questionnaire, this study employs multiple linear regression to test the direct effects of both independent variables on HR Operational Efficiency. The results demonstrate that HR Competence significantly enhances process speed, accuracy, and resource optimization, while effective Workload Management contributes to timely service completion and reduced administrative errors. Together, the two predictors explain more than half of the variance in HR Operational Efficiency. These findings highlight the strategic importance of strengthening HR capability and structuring administrative workload to build a more agile and high-performing HR function.   Keywords: HR competence, workload management, HR operational efficiency, administrative performance, employee services.