Nyeri haid (dismenore) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami oleh remaja putri dan berdampak pada aktivitas belajar serta kualitas hidup mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan remaja putri dalam menangani nyeri haid melalui edukasi kesehatan serta praktik langsung senam dismenore sebagai metode non-farmakologis. Program dilaksanakan di MAS Babun Najjah Kota Banda Aceh dengan melibatkan 22 siswi kelas XII. Metode kegiatan mencakup penyuluhan, diskusi, demonstrasi video, dan praktik senam dismenore yang dievaluasi melalui observasi dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja mengenai mekanisme nyeri haid, faktor pencetus, serta teknik penanganan non-obat. Seluruh peserta mampu mengikuti gerakan senam dengan baik dan menyatakan bahwa senam mudah dilakukan serta bermanfaat untuk mengurangi ketidaknyamanan saat menstruasi. Kegiatan ini memberikan dampak positif melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan manajemen nyeri, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Intervensi edukasi dan senam dismenore direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai upaya promotif dan preventif bagi remaja putri.