Richard Gelisar
Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Fasilitas Pendukung Kesehatan dan Keselamatan (K3) Service dan Operation di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan pada Maskapai Garuda Indonesia Richard Gelisar; Nanik Rianandita Sari
Journal of Education Transportation and Business Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v1i2.3384

Abstract

IKN merupakan ibu kota nusantara yang direncanakan akan menggantikan Jakarta yang telah menjadi ibu kota sejak 1961. Dengan adanya Ibu Kota Baru Tentu mengakibatkan Permintaan jumlah penerbangan meningkat dari berbagai maskapai salah satunya maskapai Garuda Indonesia. dalam dunia penerbangan di terselenggara fasilitas pendungkung K3 yang mampu menyelenggarakan industri penerbangan secara benar pada tingkat kebutuhan, keselamatan, efektifitas dan efisiensi. Pada penelitian ini, penulis ingin mengetahui Upaya Implementasi fasilitas pendungkung K3 pada bagian service dan operation pada PT. Garuda Indonesia dibandara Balikpapan menjelang perpindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan di Bandara Sultan Aji Muhhamad Sulaiman Sepinggan International Airport pada tanggal tanggal 01 Agustus s.d 30 September 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahapan dalam menganalisis data pada penelitian ini dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Upaya Garuda Indonesia dalam melakukan penerapan fasilitas Pendukung k3 Pada bagian service dan operation   belum maksimal seperti pada bagian service masih kurangnya pemberitahuan yang hanya di lakukan dibanner yang seharusnya dapat di sampaikan pada saat praboarding,. Untuk Operation masih kurangnya kesadaran karyawan tentang fasilitas pedukung k3 seperti kurangnya monitoring dan menemukan karyawan ground handling tidak memakai ear plug yang dapat membuat resiko berbahaya dan jadwal Monday briefing tidak menentu  dilaksanakan 2 minggu sekali.