Putri Hasanah Piliang
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemanusiaan dan Eksploitasi: Analisis Kebijakan Daendels di Tanah Jawa (1808-1811) Rosmaida Sinaga; Dian Pratama; Putri Hasanah Piliang; Dewy Maulidya Ningrum
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.3982

Abstract

Kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh H.W Daendels selama masa pemerintahannya di Hindia Belanda, Khususnya di tanah jawa, dari perspektif kemanusiaan dan eksploitasi. Daendels, yang dikenal sebagai gubernur jendral Hindia Belanda antara tahun 1808-1811, menerapkan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk memperkuat pertahanan militer dan infrastruktur di jawa, seperti Pembangunan jalan raya pos.Meskipun kebijakan ini membawa modernisasi dan efesiensi administratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan empat tahapan yaitu heuristik , kritik, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini membahas sisi gelap dari implementasinya, yakni eksploitasi tenaga kerja pribumi yang melibatkan kerja paksa (Rodi), penderitaan, dan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kebijakan Daendels, meskipun berorientasi pada Pembangunan, menimbulkan konsekuensi kemanusiaan yang signifikan, serta memberikan refleksi kritis terhadap konsep Pembangunan masa colonial yang mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan.
The Contribution of Youth and Women's Movements to the Indonesian National Awakening (1908–1945) Rosmaida Sinaga; Adrian Maulana; Immanuel Steven Limbong; Putri Hasanah Piliang; Yosua Solafide Sinaga
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v14i2.110

Abstract

This study discusses the important role played by youth and women in the Indonesian National Awakening between 1908 and 1945. This study uses a history method. The activeness of youth and women who contributed to increasing national awareness, efforts to unite, and the development of the spirit of independence. Youth organizations such as Budi Utomo, Jong Java, and other youth organizations held the First Youth Congress and culminated in the Second Youth Congress which gave birth to the Youth Pledge. The Youth Congress succeeded in combining local identities into a united national spirit. Likewise, the women's movement led by figures such as R. A. Kartini, Dewi Sartika, and Roehana Kudus, highlighted the importance of education and liberation as a means to achieve equality and active participation in the struggle for independence. The Indonesian Women's Congress held in 1928 became a symbol of the strategic role of women in socio-political aspects. The findings of this study indicate that the struggle for Indonesian independence was not only driven by the elite class, the armed forces, but also by the strength of society from various backgrounds who had a high level of political awareness and nationalism. Therefore, youth and women are key actors in creating national identity and the direction of the nation's struggle towards independence.