Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Cat Reflektif Surya pada Atap Bangunan untuk Menurunkan Suhu Ruang pada Bangunan Sekolah Sandra Eka Febrina; Tri Woro Setiati; M Bagas Wahyu Pratama; Syaidah Kurnia
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.4847

Abstract

Cat reflektif surya adalah salah satu material penutup permukaan yang dapat digunakan untuk memantulkan sinar matahari yang dapat mengurangi suhu ruangan di bawah atap. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banya penurunan suhu ruangan ketika menggunakan cat reflektif surya pada bangunan sekolah satu lantai tanpa penghawaan buatan. Metode yang digunakan adalah eksperimental yang dilakukan pada bangunan dengan membandingkan data suhu ruangan yang diambil selama 3 hari sebelum dan sesudah dilakukannya pengecatan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat penurunan lebih kurang 2? pada suhu ruangan setelah dilakukan pengecatan. Penurunan suhu ini memberikan dampak penambahan kenyamanan termal terhadap pengguna ruangan yang berakibat kepada peningkatan fokus dalam melakukan kegiatan. Penerapan penggunaan cat reflektif surya mempengaruhi penurunan suhu ruangan sehingga standar kenyamanan thermal dapat lebih mudah dicapai. Namun seperti banyaknya variabel yang mempengaruhi kenyamanan thermal, maka tidak hanya suhu ruangan yang berkontribusi. Kelembaban relatif yang tinggi juga mempengaruhi kenyamanan termal. Pengurangan kelembaban relatif dapat dilakukan dengan memberikan panas yang cukup atau angin.
Perancangan Kawasan Produksi Batu Bata Sirkular: Zonasi Material, Energi dan Air di Kelurahan Talang Betutu Kota Palembang Fajar Sadik Islami; Tri Woro Setiati; Faizah Suryani
Arsir: Jurnal Arsitektur Vol 10 No 2 (2026): Arsir
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v10i2.1954

Abstract

The development of brick production clusters in Talang Betutu has occurred in an unstructured manner, with many units located within residential areas. This condition creates environmental and infrastructural issues, including air pollution from combustion processes and road deterioration caused by heavy truck traffic. These problems indicate the absence of an effective spatial planning framework for organizing production activities. This study aims to develop a spatial design model for a brick production district based on circular economy principles by integrating material, energy, and water flows. A qualitative–quantitative approach is employed, combining Geographic Information Systems (GIS), Material Flow Analysis (MFA), field observations, and spatial morphology analysis. The findings reveal that the existing spatial configuration lacks clear production zoning, resulting in inefficient material flows and high transportation energy consumption. A productive circular landscape model is proposed through a linear production flow approach, organizing material, wet processing, drying, and energy zones. Excavation ponds are integrated as a water-based spatial structure to enhance resource efficiency and microclimate regulation. This model demonstrates potential to improve spatial efficiency, reduce environmental impacts, and minimize infrastructure damage, while contributing a spatial design framework for circular small-scale industrial clusters