Komarudin Sassi
Institut Agama Islam Al-Qur’an Al-Ittifaqiah Indralaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Historitas Dualisme Peran Lembaga Negara dan Agama dalam Sistem Pendidikan di Jerman Adytiya Adytiya; Komarudin Sassi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5514

Abstract

Penelitian ini menelusuri historitas dualisme peran lembaga negara dan agama dalam sistem pendidikan di Jerman. Melalui analisis historis, penelitian ini mengungkap bagaimana kedua lembaga ini telah saling berinteraksi, berkolaborasi, dan bahkan berkonflik dalam membentuk sistem pendidikan Jerman sejak masa kekaisaran hingga era modern. Dengan latar belakang yang komplek, dimana gereja dan Negara sama-sama memainkan peran penting dalam pendidikan. Penelitianm ini mengkaji bagaimana hubungan keduanya berubah seiring waktu. Fokus utama adalah pada perkembangan pasca perang dunia II, dimana prinsip-prinsip demokratisasi dan sekularisasi membentuk lanskap pendidikan baru. Selain itu dalam penelitian ini juga membahas tentang kontemporer yang dihadapi oleh system pendidikan Jerman. Seperti multikultralisme dan globalisasi, serta bagaimana hal ini mempengaruhi peran Negara dan agama dalam pendidikan.
Meminimalisir Dampak Perundungan Melalui Penerapan Pembelajaran Reflektif: Studi Pada Madrasah Tsanawiyah Al-Mu’aawanah Sembadak Pemulutan Ogan Ilir Khoirun Niswah; Komarudin Sassi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5538

Abstract

Latar belakang penelitian dipicu oleh tingginya insiden perundungan di MTs Al Mu'aawanah, yang berdampak negatif terhadap siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dampak perundungan di MTs Al Mu'aawanah Sembadak dan menganalisis efektivitas model pembelajaran reflektif dalam meminimalisir perundungan di sekolah tersebut. Penelitian ini membahas model pembelajaran reflektif untuk meminimalisir dampak perundungan di MTs Al-Mu'aawanah Sembadak, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi model pembelajaran reflektif dalam meminimalisir dampak perundungan. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk mendapatkan pemahaman yang holistik mengenai dampak perundungan serta menganalisis efektivitas model pembelajaran reflektif. Informan penelitian terdiri dari guru bimbingan konseling, siswa, wali kelas, kepala madrasah, dan guru akidah akhlak. Analisis data dilakukan dengan teknik penyusunan, uraian, pengumpulan, restrukturisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak perundungan di MTs Al Mu'aawanah meliputi diskriminasi ras, perilaku non-konformitas dan tendensi anarkis, merasa tereliminasi dari teman, rendahnya mentalitas dalam proses pembelajaran, dan prestasi siswa. Penerapan model pembelajaran reflektif terbukti efektif dalam meminimalisir dampak perundungan. Langkah-langkah reflektif membantu peserta didik menginternalisasi pengalaman mereka dan membentuk karakter positif melalui interaksi sosial, menciptakan dampak positif signifikan.
Exploring the Contribution of Secularism Ideology to the Education System in Turkey Nevi Asiska Marsudi; Komarudin Sassi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Indonesia (JPAII) Vol. 5 No. 4 (2024): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jpaii.v5i4.1195

Abstract

Purpose of the study: This research analyzes the contribution of the ideology of secularism to the education system in Türkiye, highlighting significant changes since the Kemal Atatürk era until the present. Methodology: This study employs a literature review method to investigate the impact of secularism on Turkey’s education system. This approach involves gathering and analyzing a range of sources, including books, academic articles, and both national and international journals related to secularism. Main Findings: The findings of this research provide an understanding of the impact of secularism on the paradigm shift that was previously oriented towards religious values towards a modern secular education model that is more open to developments in science and technology. As well as increasing access to education for women and minority groups, the emergence of fierce debate regarding the role of religion in public life, in addition to the hopes for its development prospects in the contemporary era. Novelty/Originality of this study: This study provides a comprehensive analysis of secularism's impact on Türkiye’s education system, offering new insights into the evolution of secular policies and their effects on social and educational inclusivity. It contributes to the understanding of secularism's role in contemporary educational reform and debates on religion's place in public life.
Rekonstruksi Kontekstual Poligami Era Kontemporer: (Studi Tematik QS. An-Nisa ayat 3) Septi Megasari; Komarudin Sassi
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 5 No 2 (2025): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v5i2.5671

Abstract

Polygamy constitutes one of the most critical issues in the discourse of Islamic family law and continues to generate debate, particularly with regard to the principles of justice and the protection of women. Qur’an Surah An-Nisa (4):3 is often understood textually as providing absolute legitimacy for the practice of polygamy. Such an understanding, however, frequently neglects the historical and social context as well as the moral message of the Qur’an, which emphasizes justice and rahmah (compassion). In contemporary realities, the practice of polygamy not infrequently results in injustice and increased vulnerability for women and children. This study employs a qualitative method using thematic (maudhu‘i) and contextual approaches to Qur’anic interpretation. The analysis focuses on Surah An-Nisa (4):3 by situating it within the framework of maqāṣid al-sharī‘ah, particularly the protection of life, human dignity, and social justice. The findings indicate that polygamy in the Qur’an is not a normative command but rather a conditional social solution that emerged from a context aimed at protecting vulnerable groups, such as orphans and women. The requirement of justice constitutes a fundamental prerequisite, which the Qur’an itself acknowledges as difficult to realize perfectly. Therefore, the practice of polygamy devoid of justice and rahmah stands in contradiction to the core values of Islam. This study underscores the importance of a critical and humanistic reinterpretation to ensure that Qur’anic teachings remain relevant and just within contemporary society.