Nendia Nurisni
Sekolah Pascasarjana, Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB University, Sekretariat PS-PSL Gedung Sekolah Pascasarjana Lantai II Kampus IPB Baranangsiang Bogor, Indonesia 16144

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efisiensi Penghilangan Polutan Air Limbah dari Kegiatan Pewarnaan di Industri Tekstil Studi Kasus PT ABC Nendia Nurisni; Etty Riani; Syaiful Anwar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1615-1625

Abstract

PT ABC tergolong pada sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) khususnya pada kelompok produk tekstil lainya yang memproduksi produk ritsleting dan komponennya. PT ABC telah memproduksi ±153 juta meter produk ritsleting pada tahun 2022, dengan menggunakan ± 250 jenis bahan kimia dan rata-rata 500 L air bersih per harinya dalam proses memproduksi barang jadi. Proses utama PT ABC adalah pewarnaan, dengan air limbah yang dihasilkan memiliki karakteristik warna yang kuat, alkalinitas, konsentrasi COD, BOD, TDS dan TSS yang tinggi serta warna yang kuat. PT ABC saat ini berhadapan dengan persoalan lingkungan yang mendorong diterapkannya ekonomi sirkular melalui konsep sustainable textile and fashion dengan sistem pengolahan air limbah yang berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan agar proses pengolahan air limbah dapat berkelanjutan adalah dengan memastikan air limbah yang dibuang ke badan air penerima sudah sesuai baku mutu yang dipersyaratkan, sehingga perlu adanya evaluasi terhadap kinerja sistem pengolahan air limbah di PT ABC . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai penyisihan polutan pada air limbah, sehingga dapat digunakan sebagai evaluasi kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah dan hasil analisis digunakan sebagai salah satu acuan dalam menilai kesiapan PT ABC dalam mencapai target jangka panjang aspek keberlanjutan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat penyisihan polutan parameter TDS tergolong tidak efektif, parameter fenol, TSS dan ammonia tergolong kurang efektif, parameter MBAS tegolong cukup efektif serta parameter BOD dan COD tergolong efektif. Parameter TDS tergolong pada kategori tidak efektif salah satu faktornya karena PT ABC belum mengimplementasikan metode khusus yang dianggap efektif untuk menurunkan konsentrasi TDS.