Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDG’S) PADA HOTEL BERBINTANG DI KABUPATEN GIANYAR Eko Moh Romi Kurniawan; Jeanny Pricilia Anneke W
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Sustainable Development Goals (SDGs) dan Tri Hita Karana (THK) pada hotel berbintang di Kabupaten Gianyar, Bali, dengan fokus pada The Westin Resort & Spa Ubud, Mandapa A Ritz-Carlton Reserve, dan Four Seasons Resort Bali at Sayan. Program SDGs dan THK diharapkan dapat mendukung pariwisata berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta tinjauan literatur terkait. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam implementasi kedua program tersebut di masing-masing hotel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga hotel tersebut telah mengimplementasikan berbagai inisiatif yang mendukung SDGs dan Tri Hita Karana, seperti penggunaan energi terbarukan, pengelolaan air dan limbah yang efisien, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Masing-masing hotel turut berkontribusi dalam mencapai tujuan SDGs, khususnya yang berkaitan dengan energi bersih, konsumsi yang bertanggung jawab, serta pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Meskipun terdapat beberapa tantangan terkait dengan kesadaran dan pemahaman mengenai keberlanjutan di kalangan staf, upaya yang dilakukan oleh hotel-hotel tersebut menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pariwisata berkelanjutan di Bali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SDGs dan Tri Hita Karana di hotel berbintang di Kabupaten Gianyar dapat menjadi model bagi industri perhotelan lainnya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Bali.
Sustainable Tourism Post-Pandemic: A Mini-Review of Best Practices for "New Normal" Destinations in Bali Jeanny Pricilia Anneke W; Jamil Khan; Khalil Zaman
Journal of Multidisciplinary Sustainability Asean Vol. 2 No. 6 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijmsa.v2i6.2813

Abstract

Background. The COVID-19 pandemic has had a profound impact on the global tourism industry, particularly in popular destinations like Bali, Indonesia. As the world begins to recover, tourism faces the challenge of adapting to a "new normal" that prioritizes sustainability, health protocols, and local community involvement. This mini-review explores best practices for sustainable tourism in Bali, focusing on how destinations can adapt post-pandemic while ensuring long-term environmental, social, and economic benefits. Purpose. The primary aim of this study is to assess the sustainability strategies implemented by Bali's tourism sector in the aftermath of the pandemic.   Method. A qualitative review was conducted, examining existing literature, government reports, and case studies of sustainable tourism practices in Bali. The review identifies key areas such as eco-tourism, community-based tourism, and the integration of health and safety standards into tourism operations. Results. The findings highlight that Bali has begun to implement a range of sustainable practices, including the promotion of eco-friendly accommodations, the development of responsible tourism guidelines, and the involvement of local communities in decision-making. However, challenges such as over-tourism, waste management, and the need for further collaboration among stakeholders remain. Conclusion. In conclusion, Bali’s tourism sector is taking positive steps toward sustainability post-pandemic, but continued efforts are required to ensure resilience and long-term success. Further research and investment in sustainable tourism infrastructure, coupled with local and global cooperation, will be crucial to the future of Bali as a "new normal" destination.