Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Manajemen Pendidikan Berbasis Teknologi dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Jakoep Ezra Harianto
Indonesian Journal of Research and Service Studies Vol. 1 No. 4 (2024): Indonesian Journal of Research and Service Studies
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pendidikan berbasis teknologi dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Di era digital saat ini, penggunaan teknologi dalam manajemen pendidikan menjadi kebutuhan esensial untuk menciptakan sistem pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada beberapa institusi pendidikan yang telah menerapkan teknologi dalam proses manajemen dan pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sebagai informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknologi dalam manajemen pendidikan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Hal ini terlihat dari perencanaan kurikulum yang lebih terstruktur, monitoring hasil belajar yang lebih efektif, serta peningkatan interaksi antara guru dan siswa melalui platform digital. Namun, ditemukan pula beberapa kendala, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya kompetensi digital di kalangan pendidik, serta resistensi terhadap perubahan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pihak manajemen sekolah dan pelatihan yang intensif bagi pendidik dalam memanfaatkan teknologi secara optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pendidikan berbasis teknologi memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Rekomendasi yang diajukan mencakup peningkatan infrastruktur digital, pengembangan kompetensi teknologi bagi pendidik, dan penerapan sistem evaluasi yang adaptif. Dengan demikian, implementasi manajemen berbasis teknologi diharapkan dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Eksistensialisme dalam Konteks Perubahan Sosial di Abad ke-21 Jakoep Ezra Harianto
Indonesian Journal of Research and Service Studies Vol. 1 No. 8 (2024): Indonesian Journal of Research and Service Studies
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/z0mrb397

Abstract

Artikel ini membahas relevansi dan peran eksistensialisme dalam memahami dan merespons perubahan sosial di abad ke-21. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research), penelitian ini menelaah pemikiran filsuf-filsuf eksistensialis klasik seperti Jean-Paul Sartre, Albert Camus, dan Simone de Beauvoir, serta bagaimana gagasan-gagasan mereka dapat diterapkan dalam konteks dinamika sosial kontemporer. Abad ke-21 ditandai oleh kemajuan teknologi yang pesat, globalisasi, krisis lingkungan, serta meningkatnya kesadaran akan identitas individu dan kebebasan. Fenomena ini menimbulkan berbagai tantangan eksistensial, termasuk alienasi, kecemasan, dan pencarian makna hidup di tengah perubahan yang cepat dan tidak menentu. Eksistensialisme, dengan fokusnya pada kebebasan individu, autentisitas, dan tanggung jawab pribadi, menawarkan kerangka konseptual untuk memahami bagaimana individu dan masyarakat merespons ketidakpastian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip eksistensialisme tidak hanya relevan dalam ranah filosofis, tetapi juga memiliki implikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bidang pendidikan, politik, dan budaya. Eksistensialisme mendorong individu untuk mengambil sikap proaktif dalam menentukan makna hidup mereka sendiri, sekaligus mengakui tanggung jawab sosial terhadap komunitas di sekitarnya. Artikel ini menyimpulkan bahwa eksistensialisme tetap menjadi pendekatan yang signifikan dalam merespons perubahan sosial di era modern, dengan menekankan pentingnya kebebasan, autentisitas, dan keterlibatan sosial.