Muhiddin Palennari
Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Model Problem Based Learning: Upaya Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Peserta Didik di SMAN 16 Makassar Mila Karmila; Muhiddin Palennari; Imran Rosyadi
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.551

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelas yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Sampel penelitian yaitu peserta didik kelas XI di SMAN 16 Makassar yang berjumlah 35 siswa. Instrumen penelitian berupa instrumen tes uraian yang dilakukan di akhir pembelajaran setiap siklus. Analisis data penelitian berupa analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata keterampilan pemecahan masalah peserta didik berada pada kategori tinggi. penerapan Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan memecahkan masalah pada mata pelajaran Biologi di kelas XI IPA 1 SMAN 16 Makassar. Hal ini terlihat dari peningkatan penguasaan kompetensi keterampilan memecahkan masalah yang meliputi aspek mengidentifikasi masalah, menyusun alternatif penyelesaian masalah, menyusun solusi yang paling tepat dan mengevaluasi solusi dari siklus I siklus II, dan siklus III. Keterampilan pemecahan masalah peserta didik perlu dikembangkan sebagai bentuk kesiapan untuk menghadapi tantangan abad 21.
Upaya Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Penerapan Discovery Learning di SMP Negeri 5 Polongbangkeng Utara Nur Asriyanti Juhaseng; Muhiddin Palennari; Rosmiati
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VII B di SMP Negeri 5 Polongbangkeng Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII B SMP Negeri 5 Polongbangkeng Utara tahun 2023 dengan permasalahan keterampilan berpikir kritis peserta didik rendah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah instrumen tes keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatakan keterampilan berpikir kritis peserta didik secara signifikan dari rata-rata keterampilan awal sebelum penerapan discovery learning sebesar 25,6 menjadi 60,94 pada siklus I menjadi 70 pada siklus II dan 77,19 pada siklus III.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis E-LKPD untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa di Kelas VII SMP Negeri 8 Makassar Fitrah Rahmita Muhijrahtuddin; Muhiddin Palennari; Amira Tanra
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.679

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning. PTK dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian siswa kelas VII SMP Negeri 8 Makassar tahun pelajaran 2022/2023. Data penelitian diperoleh melalui observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat peningkatan motivasi siswa pada keempat aspek dengan rincian pada aspek perhatian (attention) sebesar 10% dari 75% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II, aspek keterkaitan (relevance) sebesar 17% dari 70% pada siklus I menjadi 87% pada siklus II, aspek percaya diri (confidence) sebesar 18% dari 65% pada siklus I menjadi 83% pada siklus II, dan aspek kepuasan (satisfaction) sebesar 16% dari 70% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II. Hasil belajar menggunakan model Problem Based Learning mengalami peningkatan sebesar 13,9% dimana pada siklus I sebesar 72,2% menjadi 86,1% pada siklus II. Hasil ini menunjukkan bahwa Problem Based Learning dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Menggunakan Media Wordwall pada Pembelajaran Biologi Kelas X Wirda Wulan; Muhiddin Palennari; Sundariati Sundariati
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.929

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi dapat menampung keragaman kemampuan peserta didik dan memberi kebebasan kepada anak dalam proses belajarnya. Hal tersebut salah satunya dapat diimplementasikan berdasarkan gaya belajar peserta didik. Adanya perbedaan gaya belajar peserta didik disebabkan keunikan masing-masing peserta didik. Perbedaan atau keunikan tersebut dapat dipengaruhi oleh factor lingkungan dan dominasi otak sehingga membentuk gaya belajar yang cenderung mengarah ke pengelihatan, pendengaran, atau gerak tubuh. Pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan belajar dan karakteristik belajar peserta didik dapat menggunakan pendekatan Teaching at the right level (TaRL). Profiling peserta didik terakit kebutuhan belajar dan gaya belajar dilakukan dengan menggunakan instrument yang terdapat pada website akupintar.id, diperoleh data 10 orang dominan kinestetik, 11 orang visual, dan 12 orang auditorial. Selanjutnya dilakukan pembelajaran berdiferensiasi dengan berdoferensiasi produk dan proses dan terlihat penilaian hasil refleksi peseerta didik terhadap pembelajaran biologi yang awalnya mereka banyak menjawab bahwa biologi itu susah sebab banyak istilah-istilah asing yang susah dipahami dan diingat. Namun di akhir setelah pelaksanaan siklus, mereka lebih banyak menjawab bahwa belajar biologi menyenangkan. Begitu pula hasil dari analisis rekapan nilai akhir peserta didik yang menunjukkan bahwa sebanyak 12 peserta didik dengan kategori sangat tinggi, 14 peserta didik dengan kategori sedang, dan 2 peserta didik dengan kategori rendah.