Suryani Suryani
SMA Negeri 9 Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Pemblejaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Oral Communication Peserta Didik Fardi Faharuddin; Nurhayati B; Suryani Suryani
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.781

Abstract

Keterampilan komunikasi juga merupakan salah satu kategori dari kecakapan abad 21,dimana dalam keterampilan ini mengacu pada kemampuan individu untuk berkomunikasi dengan jelas secara lisan, tertulis, dan non-verbal. Untuk dapat meningkatkan kemampuan komunikasi pada mahasiswa, diperlukan suatu upaya yang dapat diterapkan pada kegiatan pembelajaran dan salah satunya melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan oral communication (komunikasi lisan) melalui model pembelajaran PBL peserta didik kelas X.3 UPT SMAN 9 Makassar. Subyek penelitian yang digunakan adalah peserta didik kelas X.3 yang berjumlah 36 peserta didik. Data dan sumber data penelitian tentang keterampilan komunikasi lisan diperoleh melalui lembar observasi, wawancara tertutup dengan guru dan peserta didik, dan dokumentasi dengan menggunakan model pembelajaran PBL. Pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dalam kegiatan pembelajaran materi keanekaragaman hayati menunjukkan adanya peningkatan komponen oral communication (komunikasi lisan) peserta didik sebesar 40% sehingga kemampuan oral communication (komunikasi lisan) peserta didik meningkat menjadi 60%-72,31%.