Keterampilan kolaborasi merupakan salah satu keterampilan Abad 21 yang perlu dimiliki oleh peserta didik sebagai bekal menghadapi dunia kerja ataupun dunia kampus bahkan di kehidupan bermasyarakat setelah mereka menyelesaikan pendidikan di tingkat Sekolah. Oleh karena itu keterampilan ini perlu untuk diperhatikan oleh guru sebagai pendidik di Sekolah beriringan dengan keterampilan Abad 21 lainnya menurut Partnership for 21st Century Skills (P21) yakni komunikasi (communication), kolaborasi (collaboration), berpikir kritis (critical thinking), dan kreativitas (creativity). Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai usaha peningkatan keterampilan kolaborasi peserta didik. Pada penelitian ini pembelajaran kooperatif dipadukan dengan prinsip Teaching at The Right Level (TaRL) menggunakan model discovery learning. Pembagian kelompok secara heterogen berdasarkan tingkat kemampuan awal peserta didik, setiap kelompok terdiri atas peserta didik dengan kemampuan awal tinggi, sedang, maupun rendah. Model Discovery Learning sebagai penuntun proses belajar peserta didik untuk membangun konsep dari materi yang diajarkan secara mandiri melalui diskusi kelompok. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebanyak 5 siklus pembelajaran. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama melaksanakan pembelajaran sebanyak 5 (lima) siklus diperoleh data peningkatan sikap kolaboratif peserta didik pada setiap siklus. Berikut data sikap kolaboratif peserta didik setiap siklus; Siklus 1 diperoleh hasil sikap kolaboratif peserta didik pada kategori cukup yaitu 60,42%, Siklus 2: 71,88% (cukup), Siklus 3: 75% (cukup), Siklus 4: 80,21% (baik), dan Siklus 5: 85,42% (baik). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif Berbasis TaRL menggunakan model Discovery Learning dapat meningkatkan sikap kolaboratif peserta didik sehingga dapat dilanjutkan penerapannya pada materi pembelajaran selanjutnya.