Bahariyah Umar
SMP Negeri 1 Pamboang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning dan Pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Peserta Didik Kelas VIII di SMP Negeri 1 Pamboang Sri Arfani; Sitti Rahma Yunus; Bahariyah Umar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.855

Abstract

Penelitian mengangkat permasalahan rendahnya motivasi belajar IPA peserta didik kelas VIII di SMPN 1 Pamboang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan dari penerapan model pembelajaran Discovery Learning dan pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL) untuk meningkatkan motivasi belajar IPA peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus dengan tahapan yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Pelaksanaan siklus I dan siklus II masing-masing berjumlah 2 kali pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket motivasi belajar IPA terdiri atas 26 pernyataan yang terbagi dalam pernyataan positif dan pernyataan negatif. Data yang terkumpulkan kemudian dianalisis menggunakan persentase rata-rata dari hasil angket motivasi belajar dan dibandingkan dengan tabel pengkategorian motivasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning dan pendekatan Teaching At The Right Level (TaRL) dapat menjadi solusi dalam meningkatkan motivasi belajar IPA peserta didik kelas VIII di SMPN 1 Pamboang. Peningkatan tersebut dapat dibuktikan dari persentase motivasi belajar IPA yang disetiap siklusnya mengalami peningkatan. Peningkatan motivasi belajar IPA peserta didik pada siklus I sebesar 60% berada pada kategori rendah dan siklus II sebesar 76% meningkat menjadi kategori sedang.