Farida Aryani
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konseling Cognitive Behaviour Theraphy Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk Meningkatkan Efikasi Diri Deasy Dita Sugianto; Farida Aryani; Jusniyati Jusniyati
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling individual teknik restrukturisasi kognitif untuk mengembangkan efikasi diri siswa kelas XI.F SMA Negeri 4 Kendari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah salah satu siswa kelas XI.F yang terindikasi memiliki efikasi diri yang rendah. Ananlisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan perilaku konseli antara sebelum dan setelah mengikuti layanan konseling individu. Sebelum mengikuti konseling terdapat permasalahan rendahnya efikasi diri konseli yang ditandai dengan gejala jarang datang ke sekolah, sering membolos, tidak mengumpulkan tugas tepat waktu, kurang aktif mengikuti pembelajaran, ragu dengan kemampuan yang dimiliki, tidak mau menunjukkan potensi yang dimiliki. Adapun perubahan perilaku setelah mengikuti layanan konseling individual adalah terdapat perubahan positif yang ditunjukkan oleh konseli yakni meningkatnya efikasi diri, ditandai dengan konseli sudah mulai rajin datang ke sekolah, serta tidak membolos lagi. Selain itu, saat pembelajaran, konseli mulai berkontribusi dalam kerja kelompok P5. Selain itu berdasarkan hasil wawancara kepada konseli pada sesi konseling kedua, konseli sudah memiliki keinginan untuk mendaftar ekstrakurikuler olahraga sepak bola.