Ratna Sari
Pendidikan Profesi Guru Prajabatan Sosiologi Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Two Stay Two Stray Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Sosiologi pada Siswa Kelas X di SMA Negeri 8 Makassar Ratna Sari
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang solusi yang tepat sesuai dari permasalahan yang terdapat di dalam kelas saat pembelajaran dilakukan. Di mana terdapat peserta didik yang cenderung tidak saat pembelajaran, hanya beberapa peserta didik yang aktif dalam kegiatan diskusi dan selebihnya hanya menyimak dan bahkan melakukan aktifitas lain di luar dari kegiatan pembelajaran, misalnya sibuk sendiri, mengganggu temannya yang lain, dan bermain game di handphone. Dengan pemilihan model pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray sebagai tawaran dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik di SMA Negeri 8 Makassar dengan penggunaan indikator yang telah ditentukan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Adapun yang menjadi subyek penelitian yaitu peserta didik kelas X.2 SMA Negeri 8 Makassar yang berjumlah 36 orang. Teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara, tes kognitif dan formatif dengan melihat keterampilan pesera didik dalam menyajikan bahan presentasi dan diskusi kelas, mengerjakan LKPD tepat waktu. Hasil penelitian diperoleh: 1) Siklus I terdata mengalami 80% tingkat keaktifan belajar peserta didik dengan indikator yang telah ditentukan. 2) siklus II mengalami peningkatkan persentasi 86% tingkat keaktifan belajar peserta didik dengan indikator penilaian yang telah ditentukan. Adapun penilaian yang dilakukan tentunya dengan melihat tingkatan nilai perolehan dari penilaian keterampilan, di mana terdapat penilaian keterampilan berdiskusi, melakukan tanya jawab pada sesi bertamu dengan kelompok lain yang mempresentasikan hasil LKPD maupun pemaparan hasil kunjungan bertamu di kelompok lain di kelas