Arismunandar
Kekhususan Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik di SMP Katolik Rantepao Silvani Majid Dendang; Arismunandar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1432

Abstract

Perubahan kurikulum yang menyesuaikan kebutuhan dengan kebutuhan peserta didik, tuntutan masyarakat, dan perkembangan zaman. Salah satunya yaitu pengembangan kurikulum merdeka belajar. Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan upaya untuk memulihkan pembelajaran demi mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik, yaitu guru dapat mengenali potensi murid lebih dalam guna menciptakan pembelajaran yang relevan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk mengetahui bagiaman penerapan implementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan kreativitas peserta didik di SMP Katolik Rantepao. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa implementasi kurikulum merdeka pada SMP Katolik Rantepao sudah terimplementasi dengan baik. Peran guru dalam meningkatkan kreativitas yaitu merangsang imajinasi, membebaskan anak berkreasi, memberikan pujian pada anak didik, memberikan kegiatan melalui video pembelajaran. Pada proses pembelajarannya, implementasi kurikulum merdeka lebih menggunakan pendekatan diferensiasi. Sementara itu ciri khusus pada kurikulum ini untuk menunjukkan secara tegas posisi ke difernsian adalah mengkelompokkan capaian pembelajaran siswa berdasarkan fase pertumbuhan anak. Hambatannya, guru masih memakai cara belajar yang lama dan siswa-siswi masih belajar dan masih kurang berekspresi, takut berpendapat, takut tampil, lebih banyak diam. Solusi yang dilakukan guru melalui diskusi kelompok dan juga melalui kelompok kerja itu bisa mengkaji kekurangan-kekurangan, hambatan- hambatan, dan teknik-teknik dalam mengimplementasikan kurkulum merdeka melalui diskusi dan juga pelatihan
Dampak Kurikulum Merdeka Terhadap Kreativitas Siswa di MIS DDI Baru Sitti Umrawati; Arismunandar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1433

Abstract

Penelitian ini dilakukan di MIS DDI Baru sebagai sekolah yang mengembangkan kurikulum merdeka. Artikel ini mengkaji tentang dampak kurikulum merdeka terhadap kreativitas siswa di sekolah MIS DDI Baru. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum merdeka dalam poses pembelajaran di sekolah, apa saja hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam mengembangkan kreativitas melalui kurikulum medeka dan bagainmana persepsi guru dan siswa terhadap kurikulum medeka dalam kaitannya dengan pengembangan keativitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan informan terpilih dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ialah berasal dari data primer dan data sekunder. Data primer, yakni berasal dari hasil wawancara dengan informan menggunakan alat bantu berupa pedoman wawancara yang disusun berdasarkan fokus penelitian, sedangkan data sekunder berasal dari buku, artikel jurnal dan karya-karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan tema penelitian ini. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul dalam penerapan Kurikulum Merdeka daan dampaknya terhadap kreativitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan kurikulum merdeka di sekolah MIS DDI Baru dinilai merupakan kebijakan pendidikan yang bagus karena pada kurikulum ini anak-anak diajarkan materi pelajaran secara tuntas sesuai kemampuan mereka serta guru dapat mengajarkan materi pelajaran kepada anak-anak dengan memilih materi esensi dan mengajarkannya sampai anak-anak betul-betul memahami materi tersebut tanpa merasa khawatir dengan rincian alokasi waktu pembelajaran yang harus menyelesaikan semua materi pada waktu tertentu. Hambatan dan tantangan yang dihadapi gr ialah keterbatasan media pembelajaran khususnya materi yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi karena di madrasah ibtidaiyah DDI baru khususnya masih kekurangan alat tersebut.
Transformasi Pendidikan SMAS Persiapan Tamher Warat Seram Bagian Timur Sebagai Sekolah Penggerak di Wilayah 3T Lia Nurmala; Arismunandar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi transformasi pendidikan di SMAS Persiapan Tamher Warat, Seram Bagian Timur, sebagai salah satu pelaksana Program Sekolah Penggerak di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap kepala sekolah, guru, siswa, serta pelaksanaan kegiatan intrakurikuler, ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Sekolah Penggerak di sekolah ini, telah mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penerapan Kurikulum Merdeka, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan berbagai aktivitas berbasis kontekstual yang memanfaatkan potensi lokal. Upaya peningkatan kompetensi guru dilakukan melalui pelatihan internal dan penggunaan platform digital. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan akses teknologi, sekolah ini berhasil menghadirkan solusi melalui kolaborasi dengan pemerintah setempat dan penanaman budaya positif. Transformasi yang dicapai menunjukkan bahwa dedikasi dan inovasi mampu mengatasi keterbatasan wilayah 3T, mendukung terciptanya pendidikan yang inklusif dan berkualitas.