Safitri
Pendidikan Profesi Guru Prajabatan Sejarah Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Model Pembelajaran Pin Ball Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas XI SMA Negeri 21 Makassar Safitri
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sejarah kelas XI SMA Negeri 21 Makassar melalui penerapan model pembelajaran Pin Ball. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin dimana dalam satu siklus ada 4 hal yang harus di lakukan dalam proses penelitian tindakan ini, yaitu perencanaan (planning), (2) tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Penelitiandilakukan dalam dua siklus karena telah mencapai indikator keberhasilan tindakan. Tenik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, tas dan observasi. Dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 21 Makassar berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Pin Ball dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Sejarah. Hal tersebut dapat terlihat dari: Pada siklus I terlihat bahwa pada peningkatan hasil belajar yang diperoleh oleh peserta didik derngan rata-rata yang diperoleh adalah 72% dengan melihat indikator keberhasilan maka, hanya 44% yang tuntas selebihnya belum mencapai ketuntasan. Presentase tersebut belum mencapai KKM yaitu 80 sehingga lanjut pada tindakan siklus II, agar pada siklus kedua hasil belajar Sejarah peserta didik kelas XI SMA Negeri 21 Makassar sudah meningkat dan berhasil. Pada siklus II terjadinya peningkatan pada nilai rata-rata kelas yaitu sebesar 80%. Terdapat 27 peserta didik yang sudah mencapai batas KKM dengan nilai 85%, sedangkan 3 peserta didik belum mencapai KKM. Nilai tertinggi yang diperoleh sebesar 92 dan nilai terendah sebesar 70. Presentase ketuntasan kelas pada siklus II sebesar 90%, dengan ini dapat terlihat terjadinya peningkatan ketuntasan kelas dibandingkan pada siklus I yang hanya sebesar 83% dan telah memenuhi kriteria indikator keberhasilan yaitu sebesar lebih dari 90%.