Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMP Negeri 4 Buton Selatan. Program ini dirancang oleh pemerintah untuk mendukung pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu, guna mengurangi angka putus sekolah dan mendorong keberlanjutan pendidikan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk guru dan tenaga pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memahami tujuan utama PIP, yaitu memberikan bantuan pendidikan untuk meringankan beban biaya sekolah siswa tidak mampu, sekaligus memotivasi mereka untuk berprestasi. Guru juga berperan penting dalam memberikan pengarahan terkait penggunaan dana KIP agar digunakan sesuai peruntukan, seperti membeli perlengkapan sekolah atau kebutuhan pendidikan lainnya. Sosialisasi program dilakukan melalui berbagai cara, seperti rapat komite sekolah dan pemberitahuan langsung kepada orang tua siswa, yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan manfaat program ini. Meskipun distribusi dana dilakukan secara transparan melalui bank, pengawasan langsung dari pihak sekolah terhadap penggunaan dana oleh siswa masih terbatas. Dampak program ini terhadap prestasi siswa cukup signifikan, terutama dalam meningkatkan motivasi belajar dan memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan. Namun, beberapa kendala ditemukan, termasuk kurangnya pengawasan penggunaan dana dan komunikasi yang kurang optimal antara sekolah dan wali siswa. Sebagai solusi, penelitian merekomendasikan peningkatan sistem pengawasan penggunaan dana dengan bukti konkret, penguatan sosialisasi program, serta kerjasama yang lebih erat antara pemerintah, sekolah, dan orang tua. Dengan implementasi yang lebih baik, program ini diharapkan dapat semakin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun generasi muda yang unggul.