Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya minat belajar peserta didik tunagrahita dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas X, yang dapat mengakibatkan hasil belajar peserta didik menjadi kurang maksimal. Minat belajar yang rendah ini tampak pada saat proses pembelajaran berlangsung yaitu dengan adanya sikap yang di perlihatkan oleh peserta didik saat menerima materi, seperti tidak memperhatikan pembelajaran, dan berbicara dengan temannya serta bermalas-malasan dan tidak antusias. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan inovasi pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran Culturally Responsive Teaching (CRT) yang dapat mengintegrasikan budaya sesuai dengan latar belakang peserta didik, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah pendekatan pembelajaran CRT dapat meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari tiga peserta didik tunagrahita kelas X di SLB Negeri 2 Makassar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk dapat mengidentifikasi peningkatan yang terjadi pada setiap siklus. Pada siklus I, minat belajar peserta didik menunjukkan peningkatan, meskipun masih terdapat peserta didik yang kurang aktif selama proses pembelajaran. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, hasil observasi memperlihatkan peningkatan yang lebih signifikan, dimana peserta didik menjadi lebih aktif dan menunjukkan semangat yang tinggi selama kegiatan pembelajaran.