This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Irwan Rutlan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Current Ratio dan Debt Asset Ratio Terhadap Return On Asset Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2020-2024 Syafitri; Irwan Rutlan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Return on Assets (ROA) pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif, dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sehingga diperoleh perusahaan yang memenuhi syarat selama periode pengamatan. Metode analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets, yang mengindikasikan bahwa tingkat likuiditas perusahaan tidak secara langsung memengaruhi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Sementara itu, Debt to Asset Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Assets, yang menunjukkan bahwa peningkatan proporsi utang dalam struktur pendanaan perusahaan cenderung meningkatkan beban keuangan dan menurunkan tingkat profitabilitas. Secara simultan, Current Ratio dan Debt to Asset Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets, yang menegaskan bahwa kinerja profitabilitas perusahaan dipengaruhi oleh kombinasi kebijakan likuiditas dan struktur pendanaan yang diterapkan manajemen. Temuan ini memberikan implikasi bahwa perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara likuiditas dan penggunaan utang agar dapat meningkatkan kinerja keuangan secara berkelanjutan, serta dapat menjadi bahan pertimbangan bagi investor dan pihak terkait dalam menilai kinerja perusahaan sektor makanan dan minuman.