This Author published in this journals
All Journal Syntax Idea
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ilmu Anti-Aging Medicine di Kalangan Generasi Muda Indonesia dan Korea Selatan: Perbandingan Perspektif Budaya dan Kesehatan Imelda Audry Chandra
Syntax Idea 6119-6125
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i9.4875

Abstract

Peningkatan minat generasi muda terhadap ilmu anti aging menunjukkan perubahan besar dalam perspektif tentang perawatan kecantikan dan penuaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana generasi muda di Indonesia dan Korea Selatan melihat dan menggunakan teknologi anti-aging medicine, dengan penekanan khusus pada dampak budaya dan kesehatan. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif, yang mengumpulkan data melalui kuesioner terbuka, diskusi kelompok fokus, dan wawancara mendalam. Orang-orang muda di kedua negara, berusia antara 18 dan 30 tahun, dipilih untuk menunjukkan perspektif dan kemajuan terbaru dalam bidang obat anti penuaan. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi tema dan pola utama dalam data.Hasil menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan generasi muda Indonesia, generasi muda Korea Selatan lebih menyadari dan menggunakan teknologi anti-aging. Di Korea Selatan, tekanan media sosial dan budaya kecantikan yang kuat memengaruhi pilihan mereka untuk menggunakan produk dan prosedur anti-aging canggih. Sebaliknya, di Indonesia, nilai-nilai budaya dan praktik tradisional lebih mempengaruhi pendekatan anti-aging, dengan preferensi untuk produk berbasis bahan alami dan perawatan holistik. Perbedaan perspektif ini menunjukkan pengaruh besar dari norma sosial dan budaya dalam melakukan anti-aging. Di Indonesia, pilihan konsumsi dipengaruhi oleh praktik tradisional dan nilai-nilai holistik, sementara di Korea Selatan, fokus pada penampilan fisik dan kemajuan teknologi mendorong adopsi yang cepat.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bagaimana budaya lokal mempengaruhi persepsi dan adopsi ilmu anti agingg di dua negara yang berbeda. Industri anti-aging harus mempertimbangkan preferensi pasar yang beragam saat membuat strategi pemasaran dan pengembangan produk