Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL MODERASI HUBUNGAN ANTARA PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA Umar Faruq Muttaqiin; Widiyanto Widiyanto
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 5 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i5.12251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas dan leverage terhadap nilai perusahaan dengan Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel moderasi, berfokus pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam keadaan bisnis yang semakin kompetitif dan global, nilai perusahaan menjadi indikator utama yang mencerminkan kesehatan finansial serta prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara variabel-variabel tersebut, baik dengan maupun tanpa mempertimbangkan pengaruh moderasi dari GCG. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Sumber data sekunder mencakup laporan keuangan yang telah diaudit yang tersedia untuk umum. Sampel perusahaan dipilih dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, yang sejalan dengan teori sinyal yang menyatakan bahwa profitabilitas yang tinggi mengindikasikan efisiensi manajemen dalam menghasilkan laba. Sebaliknya, Leverage ditemukan memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap nilai perusahaan, mendukung pandangan bahwa penggunaan utang yang berlebihan meningkatkan risiko kebangkrutan dan mengurangi nilai perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa GCG memiliki pengaruh positif langsung terhadap nilai perusahaan, namun tidak dapat memoderasi hubungan antara leverage maupun profitabilitas dengan nilai perusahaan. Hasil ini mengindikasikan bahwa dampak GCG lebih efektif sebagai faktor independen daripada sebagai moderasi.
Pengaruh Stress Kerja, Dukungan Manajemen, dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Religious Coping Strategies Sebagai Variabel Moderasi Arina Rizqi; Widiyanto Widiyanto
eCo-Buss Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v7i3.2171

Abstract

Menjaga kinerja produksi yang baik menjadi prioritas utama bagi sebuah perusahaan manufaktur, terutama perusahaan yang beroperasi dengan tuntutan kerja yang tinggi. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Stress Kerja, Dukungan Manajemen, dan Lingkungan Kerja di PT Formosa Bag Indonesia melalui Religious Coping Strategies sebagai variabel moderasi sebagai strategi yang dapat mengurangi Stress Kerja dan meningkatkan Kinerja Produksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melalui data primer dan melakukan penyebaran kuesioner kepada 98 responden pada karyawan bagian produksi PT Formosa Bag Indonesia. Teknik yang digunakan yaitu purposive sampling dalam menentukan jumlah sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stress kerja memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kinerja Produksi, sebaliknya, Dukungan Manajemen memberikan pengaruh positif signifikan terhadap peningkatan Kinerja Produksi. Selain itu, Lingkungan Kerja juga berkontribusi pada peningkatan Kinerja Produksi. Direkomendasikan agar perusahaan menyediakan waktu dan ruang untuk aktivitas spiritual para karyawan PT Formosa Bag bagian produksi guna untuk membantu para karyawan meredakan stress dan meningkatkan produktivitas kerja.
Pengaruh Diskon Harga, Kecepatan Pelayanan, Kehalalan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Intervening Andri Kurniawan; Widiyanto Widiyanto; Asyhari Asyhari
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2924

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana penurunan harga, efisiensi layanan, dan status halal produk memengaruhi keputusan pelanggan untuk membeli kembali, dengan kepuasan pelanggan sebagai faktor perantara. Penelitian ini berfokus pada mahasiswa dan lulusan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) yang telah membeli Mie Pedas Gacoan dua kali atau lebih. Menggunakan metodologi kuantitatif, data primer dikumpulkan melalui survei yang diisi oleh 100 peserta, sementara data tambahan diperoleh dari sumber akademik yang relevan. Analisis melibatkan regresi linier berganda dan uji Sobel untuk menilai efek mediasi kepuasan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga yang lebih rendah, layanan yang lebih cepat, dan sertifikasi halal secara signifikan meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, ketiga faktor ini secara langsung dan positif mempengaruhi kemungkinan pembelian ulang. Pentingnya, kepuasan pelanggan berperan sebagai mediator kunci, memperkuat dampak diskon harga, kecepatan layanan, dan sertifikasi halal terhadap niat pembelian ulang. Hasil ini menyarankan bahwa bisnis makanan harus memprioritaskan tidak hanya promosi dan kualitas layanan, tetapi juga memastikan sertifikasi halal untuk membangun loyalitas pelanggan dan mendorong penjualan yang berkelanjutan.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Skincare Glad2glow di Kota Semarang Anisa Sifa Amala; Widiyanto Widiyanto
eCo-Fin Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i3.2995

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, label halal, Beauty Influencer, Electronic Word of Mouth (E-WOM), dan paket bundling pada keputusan pembelian skincare Glad2glow di Kota Semarang. Glad2glow merupakan merek skincare lokal yang tengah berkembang melalui platform digital seperti TikTok Shop. Dengan pendekatan kuantitatif melalui metode explanatory research dan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online. Teknik sampling adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 138 orang yang merupakan konsumen aktif Glad2glow. Analisis data dengan regresi linier berganda dengan SPSS versi 26. Variabel kualitas produk, beauty influencer, E-WOM, dan paket bundling berkontribusi positif dan signifikan pada keputusan pembelian, sedangkan variabel label halal tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa aspek fungsional dan emosional lebih dominan dalam mendorong keputusan pembelian dibandingkan faktor religius, meskipun kehalalan produk tetap menjadi nilai tambah. Kajian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan literatur perilaku konsumen serta rekomendasi praktis bagi pelaku bisnis kosmetik untuk memfokuskan strategi pemasaran pada peningkatan kualitas, kolaborasi dengan influencer, dan penawaran bundling yang menarik guna meningkatkan daya saing di pasar digital.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Lip Cream Hanasui Matedorable di Kota Semarang Lia Puspitasari; Widiyanto Widiyanto
eCo-Fin Vol. 8 No. 1 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i1.3526

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan menguji pengaruh harga, kualitas produk, serta label halal terhadap keputusan pembelian, sambil mengeksplorasi peran online customer rating sebagai variabel moderasi pada hubungan harga dan kualitas produk dengan keputusan pembelian Lip Cream Hanasui Mattedorable. Hanasui adalah merek kosmetik halal buatan Indonesia yang berkembang lewat platform digital seperti TikTok Shop. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan data primer dari kuesioner online kepada 100 responden pembeli produk tersebut, menggunakan purposive sampling. Analisis data dilaksanakan via Partial Least Squares (PLS). Hasilnya, harga dan kualitas produk berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian, sementara label halal justru berpengaruh negatif signifikan. Online customer rating juga tidak memoderasi pengaruh harga atau kualitas produk terhadap keputusan pembelian. Temuan ini menandakan konsumen lebih mengutamakan faktor langsung seperti harga dan kualitas daripada label halal atau ulasan pelanggan online.