Pasar modal merupakan suatu pasar keuangan untuk melakukan kegiatan investasi jangka panjang suatu perusahaan yang dapat diperjualbelikan dalam bentuk modal sendiri atau hutang yang berupa sekuritas atau lembar – lembar saham atau obligasi. Investor akan mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan harga saham dan kinerja perusahaan sebelum melakukan investasi. Harga saham sensitif terhadap berbagai faktor seperti frekuensi perdagangan, volume perdagangan, kebijakan dividen, earning volatility, dan growth in asset yang dapat mempengaruhi perilaku investor an menyebabkan peningkatan volatilitas harga saham. tetapi terdapat fenomena dimana faktor tersebut tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham, justru terdapat faktor penghubung seperti inflasi yang mampu meningkatkan volatilitas harga saham.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh (1) pengaruh frekuensi perdagangan terhadap volatilitas harga saham, (2) pengaruh volume perdagangan terhadap volatilitas harga saham, (3) pengaruh kebijakan dividen terhadap volatilitas harga saham, (4) pengaruh earning volatility terhadap volatilitas harga saham, (5) pengaruh growth in asset terhadap volatilitas harga saham, (6) pengaruh inflasi dalam memoderasi frekuensi perdagangan, volume perdagangan, kebijakan dividen, earning volatility, dan growth in asset terhadap volatilitas harga saham. Metode penelitian ini menggunakan dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Indeks PEFINDO25. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dan terdapat 6 perusahaan yang menjadi sampel penelitian, dimana 6 perusahaan dikalikan dengan periode pengamatan (November 2022 – Januari 2023). Sehingga jumlah pengamatan dalam penelitian ini yaitu 390 observasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan triwulan. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji regresi moderasi, dan uji parsial. Hasil penelitian menunjukan bahwa volume perdagangan, kebijakan dividen, dan earning volatility berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan frekuensi perdagangan dan growth in asset berpengaruh negatif terhadap volatilitas harga saham. Kemudian inflasi dapat memoderasi frekuensi perdagangan, volume perdagangan, kebijakan dividen, earning volatility, dan growth in asset terhadap volatilitas harga saham.