Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan end User Computing (EUC) Aswidani Aswidani
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i3.1409

Abstract

End user coumputing(EUC) adalah pengguna akhir yang memiliki keahlian non teknologi informasi, namun mereka mampu untuk mengelola, menggunakan, dan mengakses sumber daya teknologi Informasi seperti perangkat lunak aplikasi dan data tanpa memerlukan keahlian teknis yang mendalam. Fokus utama dari EUC adalah mampu secara mandiri mengembangkan alat, aplikasi dan lingkungan kerja dalam menangani kebutuhan komputasi. Adanya EUC dapat meningkatan efisiensi dan produktifitas dalam aktivitas organisasi/perusahan. Terdapat 4 level keahlian EUC, yaitu level menu, level perintah, level programer dan level fungsional. Tujuan dari pelatihan ini meningkatkan kemampuan EUC. Metode yang digunakan dalam pelatihan EUC (PEUC) adalah presantasi, praktik dan test. PEUC di lakukan selama dua hari. Materi pelatihan terdiri atas: 1) Sistem komputer dan solusi masalah 2) Aplikasi Office, 3) Internet dan keamanan data. Terdapat dua kali test yaitu test sebelum pelatihan(pretest) dan tes setelah pelatihan (Post-Test). Hasil pretest menunjukan kemampuan EUC pada mahasiswa masih kurang (level 0-1). dan setelah pelatihan meningkat pada kategori cukup baik hingga baik (level1- 2).
Analisis Pemanfaatan, Persepsi, dan Dampak ChatGPT Bagi Mahasiswa Aswidani Aswidani
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana mahasiswa memanfaatkan, menilai, dan merasakan dampak penggunaan ChatGPT dalam proses pembelajaran. Studi ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 52 responden yang dipilih secara purposive, yaitu mahasiswa semester lima yang telah memiliki dasar pengetahuan sistem informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk melihat kecenderungan nilai minimum, maksimum, rata-rata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan ChatGPT berada pada kategori tinggi, terutama dalam membantu memahami materi sulit, mencari referensi tambahan, serta memperjelas konsep akademik. Sementara itu, persepsi mahasiswa berada pada kategori moderat. Mereka merasa ChatGPT mudah digunakan, tetapi tetap berhati-hati terhadap akurasi dan relevansi informasi yang diberikan. Dari sisi dampak, ChatGPT memberikan pengaruh positif yang cukup kuat, terutama dalam meningkatkan efisiensi belajar dan menyediakan alternatif sumber pembelajaran yang mudah diakses. Namun, kontribusinya terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar masih belum optimal. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ChatGPT memiliki peran strategis sebagai media pendukung pembelajaran digital, tetapi penggunaannya tetap perlu diimbangi dengan sikap kritis dan etika akademik yang baik.
Moderasi Literasi Digital Pada Pengaruh Pemanfaatan dan Persepsi Mahasiswa Terhadap Dampak Penggunaan ChatGPT Aswidani Aswidani
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi digital merupakan kemampuan mendasar untuk memahami, menggunakan, dan mengelola informasi di ruang digital secara bijak, aman, serta produktif. Kemampuan ini tidak hanya memungkinkan individu untuk mengakses teknologi, tetapi juga mengoptimalkannya dalam proses belajar, bekerja, dan berinteraksi secara konstruktif. Penelitian ini memposisikan literasi digital sebagai variabel moderasi yang berfungsi menguatkan atau melemahkan hubungan antara pemanfaatan ChatGPT (X1) dan persepsi mahasiswa (X2) terhadap variabel dampak penggunaan ChatGPT (Y). Analisis dilakukan menggunakan regresi berganda dan uji interaksi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum moderasi dimasukkan ke dalam model, pemanfaatan (X1) tetap memiliki pengaruh signifikan terhadap dampak penggunaan ChatGPT, sedangkan persepsi (X2) tidak berpengaruh signifikan. Pada sisi moderasi, interaksi pemanfaatan (X1Mo) menunjukkan efek negatif signifikan, yang berarti literasi digital melemahkan pengaruh pemanfaatan terhadap dampak penggunaan, menunjukan bahwa semakin tinggi literasi digital, mahasiswa semakin kritis dalam memanfaatkan teknologi AI. Sedangkan interaksi Persepsi (X2Mo) justru menghasilkan pengaruh positif signifikan, menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi digital, semakin kuat persepsi mahasiswa dalam memengaruhi dampak penggunaan ChatGPT. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital memiliki peran adaptif yang berlapis, sehingga peningkatan kapasitas literasi digital menjadi kunci agar pemanfaatan teknologi AI dapat diarahkan secara efektif dan memberikan nilai tambah dalam konteks akademik.