Nurlela . ,
Program Studi Pendidikan Antropologi FISH-UNM

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM PENGETAHUAN MASYARAKAT PETANI KELURAHAN BONTONOMPO KECAMATAN BONTONOMPO KEBUPATEN GOWA TENTANG PEMANFAATAN PERSAWAHAN PASCA PANEN Nur Indah Sari; Nurlela . ,; Dimas Ario Sumilih
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Sistem pengetahuan masyarakat dalam memilih jenis tanaman pasca panen padi dan cara perawatannya (2) Nilai ekonomi dari jenis tanaman yang ditanam pasca panen. Adapun hasil dari penelitian ini bahwa: (1) pengetahuan yang dimiliki oleh petani dalam memilih jenis tanaman didapat dari penyuluh pertanian yang bertugas dari badan pelaksana penyuluhan pertanian kabupaten atau kota yang diperbantukan untuk memberikan pengarahan, pembinaan, dan penyuluhan di bidang pertanian. Pengetahuan yang dimiliki yaitu dengan Cara menentukan hari-hari baik, memilih jenis benih unggul, serta melihat tanda-tanda alam seperti ketika musim hujan para petani lebih memilih jenis tanaman padi untuk ditanam tetapi ketika musim kemarau tiba para petani lebih memilih jenis tanaman palawija untuk ditanam. Adapun pengetahuan petani dalam cara perawatan tanaman yang dipilih ditanam yaitu degan melakukan penyiraman, penyiangan, penyulaman, dan pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman yang ditanam. (2) nilai ekonomi dari jenis tanaman yang dipilih ditanam pasca penen padi yaitu memiliki nilai ekonomi yang strategis dan potensi pengembangannya cukup besar karena memiliki kelebihan terutama tahan kekeringan dan tanaman tersebut dinilai berguna untuk menjaga kesuburan tanah dengan menstabilkan pH atau keasaman tanah, dapat ditanam dilahan yang tidak terpakai, dan juga hasil jualnya lebih banyak dari pada tanaman padi Kata Kunci: Sistem pengetahuan, Masyarakat petani, nilai ekonomi
KEJAWEN DI TOMONI (Deskripsi Pluralitas Masyarakat Jawa Pendatang di Luwu Timur) Roby Suryadi ,; Nurlela . ,; Dimas Ario Sumilih
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) respon masyarakat lokal terhadap masyarakat pendatang yang memiliki cara berpikir Kejawen (2) pola perilaku masyarakat Kejawen yang ada di Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur (3) kelestarian Kejawen di Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif yang dianalisis dan dituliskan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sikap orang lokal suku pamona yang sangat terbuka, suka memberi, dan menolong siapapun termasuk pendatang kemudian munculnya musuh bersama yaitu DI-TII pada awal-awal kedatangan membentuk kesadaran akan bahayanya intoleransi. (2) selalu berhati hati dalam berkomunikasi dan memperhitungkan subjektivitas lawan bicara dalam berkomunikasi, umumnya memilih pekerjaan yang fleksibilitas waktunya cukup tinggi, jodoh ideal pasangan yang domisilinya berdekatan, dan mengenal konsep agama religi dan agama spiritual. (3) faktor yang mempengaruhi tetap lestarinya kejawen yaitu lingkungan alam yang agraris, lingkungan sosial pedesaan yang plural, pola asuh, teknologi komunikasi, ketersediaan waktu luang.  
PERGESERAN NILAI DAN MAKNA BUDAYA TRADISI RAMBU SOLO’ MASYARAKAT TORAJA DI MASA MODERN Ira Arianti ,; Nurlela . ,; St. Junaeda ,
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pergeseran yang terjadi pada nilai dan makna pada budaya tradisi Rambu Solo’ masyarakat Toraja di masa modern ini. Mencari tahu dan menjawab: Nilai-nilai apa saja yang telah bergeser di dalamnya; Faktor penyebab bergesernya nilai dan makna tersebut  dan dampak dari pergeseran nilai tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Adapun para informan yang dipilih ialah dari kalangan para tetua adat, tokoh adat, masyarakat toraja yang pernah mengadakan dan atau ikut berpartisipasi dalam kegiatan upacara Rambu Solo’. Peneliti kemudian mengumpulkan data dengan melakukan observasi, wawancara dan mengumpulkan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya: 1) Pergeseran nilai pada tradisi Rambu Solo’ masyarakat Toraja di masa modern ialah benar terjadi pada nilai religi atau kepercayaan, nilai kekerabatan, nilai ekonomi/modal yang mempengaruhi kedudukan sosial pada masyarakat Toraja. Adanya pergeseran nilai ini dapat dilihat dari perbedaan Rambu Solo’ pada Aluk Todolo atau ajaran leluhur di masa lalu dan Rambu Solo’ di masa sekarang, adanya pwrubahan yang ada dari segi praktik dan pemaknaannya; 2) Faktor pergeseran nilai diatas dikarenakan masuknya agama Kristen ke dalam masyarakat Toraja, kemampuan ekonomi masyarakat Toraja dan adanya istilah indan dan longko’. Ditelusuri dari perubahan yang ada maka ditemukanlah faktor yang merubah nilai diatas; 3) Dampak atau implikasi dari pergeseran nilai dan makna dari tradisi Rambu Solo’ masyarakat Toraja di masa modern ialah praktik pantunuan atau penyembelihan hewan yang semakin banyak dalam Rambu Solo’ dan adanya praktik hutang-piutang yang terjadi antar masyarakat Toraja secara tidak langsung. Dampak ini disampaikan akan terus ada dan sulit untuk dihilangkan di masa mendatang.