p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal INTER TECH
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Limbah Batu Kapur Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Mochamad Ridwan; Ismi Alifia Nurrahmah
INTER TECH Vol 4 No 1 (2026): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/kghk2191

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh pemanfaatan limbah batu kapur sebagai pengganti sebagian agregat halus terhadap kuat tekan beton dengan mutu 25 MPa pada variasi 0%, 5%, 10%, dan 20%. Uji tekan mengacu pada SNI 6887:2012. Hasil menunjukkan bahwa pada penggantian sebesar 5% masih menghasilkan kuat tekan yang mendekati beton normal (25,29 MPa), sedangkan pada variasi 10% dan 20% terjadi penurunan menjadi 24,25 MPa dan 23,55 MPa. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh sifat limbah batu kapur yang lebih berpori, sehingga meningkatkan kebutuhan air dan menurunkan kepadatan beton.
Analisis Variasi Ukuran Agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan Beton Agus Mahmudi; Mochamad Ridwan; Nabilah Fitri
INTER TECH Vol 4 No 1 (2026): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/59vpk013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ukuran maksimal agregat kasar terhadap kuat tekan beton. Variasi yang digunakan terdiri atas agregat kasar ukuran 5–10 mm, kombinasi ukuran 5–20 mm, serta ukuran 10–20 mm. Perencanaan campuran beton mengacu pada SNI 03-2834-2000 dengan mutu rencana 20 MPa.  Pengujian dilakukan terhadap sifat fisik material penyusun beton meliputi kadar lumpur, kadar air, gradasi agregat, berat jenis dan daya serap, keausan Los Angeles, berat volume agregat, serta konsistensi normal semen. Beton yang telah dicetak diuji kuat tekannya pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari menggunakan uji tekan silinder dan hammer test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi ukuran 5–10 mm memberikan hasil tertinggi sebesar 27,57 Mpa, variasi agregat 5–10 mm menghasilkan kuat tekan silinder sebesar 25,65 MPa pada umur 28 hari. Beton dengan agregat 10–20 mm menunjukkan kuat tekan terendah yaitu sebesar 23,73 Mpa. Hal ini memperlihatkan bahwa ukuran agregat kasar yang lebih kecil cenderung memberikan ikatan yang lebih baik antara pasta semen dan agregat sehingga meningkatkan kuat tekan beton.