Thalita Audia Artanti
Universitas Negeri Islam Fatmawati Soekarno Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSEP KESENANGAN DALAM BERIBADAH Thalita Audia Artanti; Azizah Nurul Hidaya; Rofiza Nabilla
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/afeksi.v3i4.2551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang Konsep Kesenangan dalam Beribadah. Kesenangan Menurut Ahmad Asy-Syarbashi, adalah harapan terindah dalam kehidupan yang selalu diimpikan setiap orang. Manusia selalu mencari kebahagiaan. Sebagian dari mereka benar-benar menemukan, tetapi orang-oranmg yang Bahagia hanya sedikit. Sebagian yang lain telah diperdaya oleh kecurigaan dan dikalahkan oleh kegelisahan. Mereka percaya bahwa mereka tidak bisa menikmati kebahagiaan dan bahwa penderitaan adalah bagian dari hidup mereka. Padahal kebahagiaan ada di depan orang-orang yang lalai. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 27 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 11 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak hal yang memengaruhi kebahagiaan manusia. Ini termasuk keluarga, hubungan sosial, rezeki, religiusitas, spiritualitas. Rezeki berarti bersyukur dan menggunakan sumber daya untuk kebaikan, sementara interaksi sosial yang positif meningkatkan kehidupan emosional. Kebahagiaan yang berasal dari religiusitas dan spiritualitas melampaui hal-hal duniawi, menekankan pencarian makna hidup dan hubungan dengan Tuhan. Seperti yang diajarkan dalam Al-Qur’an, manusia perlu mengembangkan potensi spiritual, moral, dan sosial mereka untuk mencapai kebahagiaan hakiki. Selain itu, mereka juga perlu memahami bahwa hubungan erat dengan Tuhan dan sesama manusia adalah kunci kebahagiaan sejati.