Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

URGENSI WAWASAN KEBANGSAAN PADA GENERASI Z DI TENGAH DERASNYA ARUS GLOBALISASI Intan Purnama; Restifani Aulia; Destra Karlinda; Maryan Wilman; Rama Wijaya A. Rozak; Nisrina Nurul Insani
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v3i1.336

Abstract

Globalisasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam pola pikir, perilaku, dan identitas sosial masyarakat, terutama pada generasi muda yang sangat dipengaruhi oleh teknologi dan media sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dampak globalisasi terhdap wawasan kebngsaan pada generasi z dan menganlisis bagaimana mengatasi tantangan dan memperthankan wawasan kebangsaan. Penelitian ini mengkaji mengenai urgensi wawasan kebangsaan generasi Z. Seperti yang kita ketahui pada zaman sekarang atau abad ke-21 arus Globalisasi semakin pesat, banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia akan memicu lunturnya wawasan kebangsaan. Globalisasi memiliki dampak yang signifikan terhadap masyrakat terutama pada generasi z. Generasi z cenderung lebih terbuka terhadap budaya asing yang masuk ke Indonesia dan sering kali generasi ini dengan mudah terpapar pada nilai-nilai dan pemahaman baru dari dunia luar. terlihat dari mereka yang kurang menghargai budaya, pola, dan cara hidup bangsa mereka sendiri. Terdapat berbagai macam cara yang dapat meningkatkan wawasan kebangsaan, baik yang dapat dilakukan oleh tenaga pendidik, maupun oleh peserta didik.Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh tenaga pendidik adalah dengan cara mengajarkan wawasan kebangsaan ini melalui lembaga-lembaga formal (sekolah).Wawasan kebangsaan ini bias diajarkan melalui Pendidikan karakter karena melihat besarnya pengaruh globalisasi terhadap keberlangsungan hidup manusia terutama generasi z. generasi z yang diannggap mempunyai karakter yang ingin kebebasan, menyukai hal hal instan dan mementingkan personalisasi memudahkan mereka masuk kedalam pengaruh negatif dari globalisasi.
Implementasi Program TPS 3R Rikrik Gemi dalam Membangun Ecological Citizenship di Desa Jatisari Restifani Aulia; Leni Anggraeni; Supriyono
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8680

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi darurat sampah di Kabupaten Bandung, di mana Tempat Pemrosesan Akhir (TPAS) Sarimukti telah mengalami over capacity, sementara kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah masih tergolong rendah. Program Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Rikrik Gemi di Desa Jatisari, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung hadir sebagai respons konkret terhadap permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program TPS 3R Rikrik Gemi dalam membangun ecological citizenship masyarakat Desa Jatisari. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi terhadap pengelola TPS 3R Rikrik Gemi, masyarakat aktif, pemerintah desa dan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program TPS 3R Rikrik Gemi telah mendorong terbentuknya praktik ecological citizenship melalui lima dimensi, yaitu kesadaran lingkungan, tanggung jawab terhadap dampak ekologis, pengelolaan limbah, partisipasi dalam kegiatan lingkungan, dan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun belum merata di seluruh masyarakat aktif, program ini terbukti menjadi medium pembentukan tanggung jawab dan partisipasi ekologis yang bermakna di tingkat komunitas desa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi berkelanjutan dan dukungan kelembagaan agar implementasi program dapat berjalan lebih konsisten dan menyeluruh.