Muhammad Wildan
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EIGENRICHTING DALAM MERAMPAS HAK PERLINDUNGAN HUKUM PELAKU PIDANA DI PENGADILAN Muhammad Wildan
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 5 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v2i5.1215

Abstract

Eigenrichting atau tindakan main hakim sendiri nerupakan tindakan penganiayaan terhadap pelaku pelanggar norma yang ada didalam lingkup masyarakat tanpa adanya otoritas resmi dari pemegang wewenang. Dalam prinsip hak asasi manusia, tindakan eigenrichting membuat pelaku yang melakukan pidana kehilangan hak nya untuk mendapatkan perlindungan hukum dan memberikan keterangan di dalam pengadilan. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif (menganalisis teori hukum, norma hukum, dan peraturan perundang-undangan) terkait dengan masalah yang diteliti. Disamping menyalahi hak terpidana, eigenrichting juga menyalahi asas praduga tak bersalah yang dimana tersangka/terdakwa belum disahkan bersalah dan patut diperlakukan sama atau setara dimata hukum. Aparat penegak hukum juga berperan penting dalam mengusut tindakan eigenrichting atau main hakim sendiri ini agar terprosesnya sistem peradilan sesuai dengan asas cepat, ringan, dan biaya murah. Maka dari itu, fenomena eigenrichting patut menjadi bahan kajian hukum dalam menanggulangi dan memberikan solusi terhadap praktik ilegal ini.