Dian Prianka
Universitas Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Comparative Study of Product-Centric and Experience-Centric Value Creation in Indonesian Fashion Retail Dian Prianka
BAJU: Journal of Fashion and Textile Design Unesa Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines how Indonesian fashion retailers strategically respond to the rising demand for physical, shareable experiences among digitally-native Generation Z and Millennial consumers. It aims to compare two distinct strategic approaches to value creation: “product-centricity” and “experience-centricity”; and to derive practical insights for navigating the contemporary experience economy. This study employs a qualitative comparative case study approach to investigate the distinct mechanisms of value creation. Through a comparative case study of the product-centric brand Colorbox and the experience-centric brand Paddy Playstore, this research analyzes their divergent value creation mechanisms using Aaker’s Brand Identity and Pine & Gilmore’s Experience Economy frameworks. Findings show Colorbox leverages its physical store primarily to support transactions of affordable apparel. In contrast, Paddy Playstore’s core offering is an immersive DIY experience, fostering value through co-creation and emotional engagement. The study concludes that both models are strategically viable, representing complementary strategic paths for retailers: layering experiential elements onto a product foundation or meticulously curating the core experience as the product itself.
INSERSI LAGU DAN PERMAINAN CUBLAK-CUBLAK SUWENG PADA BIDANG FASHION Alicia Cavina Avantie Harsono; Dian Prianka; Siti Zahro
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 15 No. 2 (2024): July Period
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v15i2.75794

Abstract

Eksistensi kebudayaan perlu dilestarikan secara turun-temurun karena budaya mengandung unsur pembelajaran, estetika, sejarah, dan identitas pemilik kebudayaan itu sendiri. Adanya siklus percepatan globalisasi mendorong manusia hanya berfokus pada perkembangan teknologi sehingga individualisme semakin tinggi. Hal inilah yang mencetuskan WGSN (fashion trend forecaster dunia) meluncurkan ramalan tren Autumn/Winter 2023/2024 berjudul “Care Culture”. Ramalan tren ini mendukung budaya peduli akan daya tarik rumah, alam, komunitas, dan estetika yang tidak sempurna. Dengan metode penelitian analisis interpretatif, insersi atau penyisipan budaya lokal dalam bidang fashion berupa lagu permainan tradisional Cublak-cublak Suweng, tidak hanya mengandung unsur-unsur budaya lokal tetapi juga pembelajaran mendalam yang dapat diwujudkan menjadi stilasi motif desain. Tahapan penelitian yaitu menganalisis ramalan tren, menghubungkan pada inspirasi, mind mapping kata kunci, mewujudkan stilasi dan susunan motif. Susunan motif dengan metode modular dirancang dengan meletakkan elemen hasil stilasi secara diagonal menjadi satu kesatuan komposisi yang berkesinambungan. Penerapan interpretasi dari lagu Cublak-cublak Suweng dilakukan supaya masyarakat lebih melihat dan mengenal budaya lokal sebagai suatu karya yang tak ternilai harganya.