Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Rs X Periode Januari – Juli Tahun 2021 widi sagita
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 5 NO. 2, AGUSTUS T
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v5i2.16

Abstract

Frekuensi ibu hamil dengan anemia di Indonesia relative tinggi yaitu 63,5%, sedangkan di Amerika hanya 6%. Perlu di ingat ada beberapa kondisi yang menyebabkan defisiensi kalori-besi, misalnya infeksi kronik, penyakit hati dan thalassemia (Prawirohardjo, 2012). sedangkan frekuensi ibu hamil anemia di Kota Bekasi adalah 52,8% (Profil Kesehatan, 2011). Tujuan penulisan: Untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di RS X Periode Januari – Juli Tahun 2021. Metode penulisan: pada penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional dimana data menyangkut dua variabel dependent dan indevendent akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Data dalam penelitian ini didapatkan dengan menggunakan data sekunder yang didapat dari hasil data rekam medik di RS X. Hasil penelitian: dari hasil penelitian di dapat dari 92 responden ibu hamil yang mengalami Anemia adalah sebanyak 68 orang (73,9%) dan yang tidak mengalami Anemia sebanyak 24 orang (26,1%). Dari pariabel umur P Value= 0,027 nilai α=(0,05), maka Hο ditolak yang artinya ada hubungan antara umur ibu dengan Anemia pada ibu hamil dan Nilai OR= 3,283 (1,248-8,633). Pendidikan OR= 0,789 (0,256-2,438) dan P Value= 0,894 nilai α=(0,05), maka Hο Gagal ditolak yang artinya tidak ada hubungan antara pendidikan ibu dengan Anemia pada ibu hamil. Pekerjaan P Value= 0,013 nilai α=(0,05), maka Hο ditolak yang artinya ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan Anemia pada ibu hamil dan OR= 3,857 ( 1,429-10,410 ). Paritas P Value= 0,024 nilai α=(0,05), maka Hο ditolak yang artinya ada hubungan antara paritas ibu dengan Anemia pada ibu hamil dan OR= 0,104 ( 0,013- 0,826 ). Status Gizi P Value = 1,000 nilai α = (0,05), maka Hο Gagal ditolak yang artinya tidak ada hubungan antar status gizi dengan Anemia pada ibu hamil dan OR= 1,068 (0,264-4,323 ). Kesimpulan dan Saran: Ada hubungan antara Umur, pekerjaan, paritas dengan Anemia pada ibu hamil di RS X Sebagai masukan dan bahan evaluasi bagi perencanaan untuk meningkatkan upaya pelayanan KIA, khususnya yang berkaitan dengan upaya pencegahan anemia terhadap ibu hamil. Kata Kunci : Ibu Hamil, Anemia
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Plasenta Previa Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Rs X Jakarta Timur Tahun 2019 widi sagita
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 4 NO. 2, AGUSTUS T
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v4i2.35

Abstract

Plasenta previa merupakan suatu keadaan dimana plasenta letaknya abnormal, yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi seluruh atau sebagian jalan lahir untuk bayi ( ostium uteri internum ). Plasenta previa artinya plasenta berada lebih depan dari pada janin yang hendak keluar. Angka kejadiannya sekitar 3-6 dari 1000 kehamilan (Sukarni. 2014). Tujuan Mengetahui Faktor- faktor yang berhubungan dengan Kejadian Plasenta Previa pada ibu hamil trimester III di RS X Jakarta Timur tahun 2019. Metode penelitian analitik dengan design cross sectional dan uji statistik yang digunakan yaitu uji chi-square. Sampel yaitu 100 ibu hamil trimester III. Hasil penelitian ini menunjukan nilai p dari ibu hamil Trimester III yang mengalami plasenta previa berdasarkan paritas adalah α < 0,05 (p = 0,020), nilai p dari usia adalah α < 0,05 (p = 0,020), nilaip dari riwayat plasenta previa sebelumnya adalah α < 0,05 (p=0,016) dan nilaip dari riwayat pembedahan uterus (SC) adalah α < 0,05 (p=0,427). Kesimpulan Terdapat hubungan antara paritas, usia dan riwayat plasenta previa sebelumnya. dengan kejadian plasenta previa. Tidak terdapat hubungan riwayat pembedahan uterus (SC) dengan kejadian plasenta previa. Kata Kunci : Ibu Hamil, Plasenta Previa
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Cakupan K4 Di Puskesmas C Kabupaten Bogor Tahun 2014 widi sagita
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 3 NO. 2, JULI TAHU
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v3i2.37

Abstract

Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah utama dalam bidang kesehatan terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Upaya yang dilakukan untuk menekan AKI seperti program Making Pregnancy Safer (MPS)yang merupakan komponen dari prakarsa Safe Motherhood. Salah satu pilarnya adalah pelayanan Antenatal Care (ANC), ANC yaitu pemeriksaan kehamilan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan dengan minimal pemeriksaan 4 kali.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur, pendidikan, pekerjaan, jarak rumah ke pelayanan kesehatan terhadap upaya pemeriksaan kehamilan (K4) sesuai standar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan cara pendekatan secara cross sectional (potong silang), yaitu pengukuran terhadap variabel independent dan variabel dependent dilakukan dalam waktu yang bersamaan dan dilakukan secara simultan pada satu saat atau sesekali waktu. Populasi dan sampel penelitian ini adalah ibu hamil trimester 3 sebanyak 86 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan cara “Simple Random Sampling”. Varabel dependent dalam penelitian ini adalah pemeriksaan kehamilan K4 sedangkan variabel independen nya adalah umur, pendidikan, pekerjaan, jarak (waktu tempuh), Kesimpulan hasil penelitian adalah analisa univariat menunjukkan bahwa ibu hamil yang tidak memeriksakan kehamilan K4 (76,0%), distribusi frekuensi umur sebagian besar umur tidak berisiko (73,2%), sebagian besar berpendidikan rendah (82,6%), sebagian besar tidak bekerja (79,0%) dan sebagian besar jarak (waktu tempuh) ≤ 30 menit (67,4%) sedangkan hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa variabel umur (p=0.05), pendidikan (p=0,001), pekerjaan (p=0.001), Jarak (p=0.931)dari 4 variabel yang di teliti yang berhubungan adalah pendidikan, pekerjaan.Sedangkan umur, jarak tidak berhubungan terhadap pemeriksaan kehamilan (K4) saran untuk Puskesmas C agar meningkatkan penyuluhan dan informasi mengenai pemanfaatan ANC. Kata Kunci : Cakupan K4