Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Ibu Balita Ke Posyandu Di Kelurahan Beji Kota Depok 2018 Mulisin Nalahudin
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 4 NO. 2, AGUSTUS T
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v4i2.34

Abstract

Partisipasi masyarakat adalah suatu bentuk keterlibatan secara aktif dari masyarakat dalam segala bidang kehidupan. Dalam bidang kesehatan, salah satu partisipasi masyarakat adalah memantau pertumbuhan berat badan balita yang ditimbang di Posyandu, dengan tolak ukur melihat jumlah balita jumlah balita yang ditimbang dibandingan jumlah balita seluruhnya (D/S). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi Ibu Balita ke Posyandu di Kelurahan Beji, Kota Depok 2018 dengan menggunakan desain penelitian studi cross sectional, Sampel penelitian ini berjumlah 60 responden . Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari masing-masing variabel, analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dengan menggunakan uji statistik chi-square. Pengolahan data dengan menggunakan software SPSS 11. Berdasarkan hasil penelitian di wilayah Kelurahan Beji, Kota Depok didapatkan angka partisipasi ibu yang aktif berkunjung ke Posyandu sebesar 36 responden atau 60 % dan partisipasi ibu balita yang tidak aktif berkunjung ke posyandu sebesar 24 responden atau 40 %. Angka partisipasi kunjungan Ibu balita ke Posyandu masih jauh dari standar nasional yang ditetapkan yaitu 80 %. Hasil uji statistik dari 5 variabel terdapat 3 hubungan yang bermakna yaitu umur ibu (P value = 0,0001), Pendidikan ( P value = 0,009) dan Pengetahuan Ibu tentang Posyandu (P value=0,029). Sedangkan variabel status bekerja ibu dan perilaku kader tidak memilki hubungan bermakna dengan partisipasi ibu balita ke Posyandu. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan adalah untuk para ibu balita supaya menggunakan semaksimal mungkin sarana yang tersedia di Posyandu untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan balitanya. Kata Kunci : Partisipasi Ibu Balita ke Posyandu
Gambaran Asupan Makan Pada Pasien Hiv/Aids Di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Cibubur Jakarta Timur Tahun 2018 Mulisin Nalahudin
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 3 NO. 2, JULI TAHU
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v3i2.36

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menggambarkan secara sistematik, akurat, dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu. Data yang dikumpulkan semata-mata bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud untuk mencari penjelasan, meguji hipotesis, membuat prediksi ataupun mencari implikasi. Pengambilan variabel dilakukan dengan cara cross sectional yaitu semua variabel diambil dalam waktu bersamaan. Hasil penelitian asupan makan pasien HIV/AIDS yang menjadi responden, hanya 10% yang termasuk kategori normal, 60% kategori kurang dan 30% kategori lebih. Seluruh responden berjenis kelamin pria dan berusia produktif yang termasuk kategori asupan makan kurang sebanyak 60%. Responden dengan pendidikan tinggi termasuk kategori asupan makan kurang sebanyak 66.7%, responden yang tidak bekerja termasuk kategori asupan makan kurang sebanyak 66.7%, seluruh responden berpenghasilan di bawah UMR termasuk kategori asupan makan kurang sebanyak 60%, responden yang berpengetahuan kurang baik termasuk dalam kategori kurang sebanyak 75.5%, responden yang berpola makan kurang baik termasuk kategori kurang sebanyak 85.7%, responden yang tidak ada dukungan termasuk dalam kategori kurang sebanyak 42,9%, seluruh responden mengalami keluhan lain termasuk kategori asupan makan kurang sebanyak 60%. Responden yang memiliki IMT normal ada 3 orang, gemuk tingkat ringan 2 orang, gemuk tingkat berat 1 orang, kurus tingkat berat 3 orang, dan kurus tingkat ringan 1 orang. Faktor resiko pasien HIV/AIDS sebayak 8 orang yang berasal dari pemakaian jarum suntik secara bergantian. Tes CD 4 pasien HIV/AIDS sebanyak 9 orang yang telah lebih dari 1 kali menjalani tes. Menjalankan terapi ARV sebanyak 8 orang. Informasi yang didapat pasien dari VCT sebanyak 7 orang. Kata kunci : Asupan Makan Pada Pasien HIV/AIDS