Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE EFFECT OF OIL PALM EMPTY FRUIT BUNCH (OPEFB) FILLER ON THE IMPACT STRENGTH, SURFACE MORPHOLOGY, AND THERMAL PROPERTIES OF HIGH IMPACT POLYSTYRENE (HIPS)/OPEFB COMPOSITES Silvia Silvia; Safira Afrilia; Khadijah Sayyidatun Nisa; Desi Budi Ariani
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.28392

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh filler Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) terhadap sifat mekanik dan termal komposit High-Impact Polystyrene (HIPS). Polimer HIPS, yang dikenal karena ketahanan impaknya, dikombinasikan dengan filler TKKS untuk dikaji perubahan yang terjadi terhadap kekuatan impak, suhu transisi kaca (Tg), suhu leleh (Tm), entalpi pelelehan (ΔHm), dan morfologi permukaan. Komposit HIPS/TKKS, dengan variasi persentase TKKS 0%b, 10%b, 15%b, dan 20%b, disiapkan menggunakan Compounder dan Manual Forming Machine. Pengujian kekuatan impak dilakukan dengan metode Charpy unnotched, sementara pengujian morfologi serta sifat termal dilakukan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dan Differential Scanning Calorimetry. Hasil pengujian menunjukkan penurunan kekuatan impak seiring dengan meningkatnya kandungan TKKS yang disebabkan oleh lemahnya ikatan antarmuka antara matriks HIPS yang bersifat hidrofobik dan filler TKKS yang bersifat hidrofilik. Analisis termal menunjukkan penurunan Tg, Tm, dan ΔHm yang mengindikasikan perubahan pada kristalinitas dan mobilitas rantai polimer akibat penambahan filler TKKS pada matriks HIPS. Observasi morfologi permukaan menunjukkan adanya pori-pori ukuran besar dan tidak merata, terutama pada pengisian TKKS yang lebih besar, yang berkontribusi pada penurunan performa kuat impak komposit. Penelitian ini memberikan wawasan signifikan mengenai penggunaan TKKS tanpa modifikasi sebagai filler dalam komposit HIPS. Penelitian ini mengungkap tantangan yang timbul akibat sifat hidrofilik filler TKKS dan dampaknya terhadap sifat termal dan mekanik komposit HIPS/TKKS. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan kompatibilitas antarmuka untuk mendukung pengembangan material komposit HIPS/TKKS yang berkelanjutan dan ekonomis.
Review Penuaan Hidrolitik pada Poliester Alifatik Biodegradabel: Mekanisme, Perubahan Struktur, dan Prediksi Umur Pakai Berbasis Arrhenius Desi Budi Ariani; Via Siti Masluhah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poliester alifatik biodegradable, meliputi polylactic acid (PLA), poly(lactic-co-glycolic acid) (PLGA), poly(3-hydroxybutyrate-co-3-hydroxyvalerate) (PHBV), dan poly(ε-caprolactone) (PCL), semakin banyak digunakan pada bidang kemasan dan biomedis karena memiliki sifat biodegradabel dan biokompatibel. Review ini membahas prediksi umur pakai poliester alifatik biodegradable berbasis model Arrhenius pada kondisi penuaan hidrolitik. Berbagai literatur dianalisis untuk mengkaji mekanisme degradasi hidrolitik, evolusi struktur material, teknik karakterisasi, kriteria akhir masa pakai, dan penerapan model Arrhenius dalam prediksi umur pakai untuk poliester alifatik biodegradable. Hasil telaah menunjukkan adanya hubungan berurutan antara difusi air, hidrolisis ikatan ester, chain scission, penurunan berat molekul, perubahan kristalinitas, perubahan struktur kimia, dan penurunan sifat mekanik. Selain itu, review ini membandingkan berbagai parameter yang digunakan selama degradasi hidrolitik, seperti berat molekul, kristalinitas, struktur kimia, sifat tarik, dan berat molekul. Review ini juga membahas peran parameter sebagai indikator degradasi, kriteria akhir masa pakai, dan parameter kinetika dalam prediksi umur pakai berbasis Arrhenius. Review ini memberikan perspektif terpadu yang menghubungkan mekanisme degradasi, evolusi struktur material, dan kegagalan mekanik sebagai dasar untuk meningkatkan keandalan prediksi umur pakai poliester alifatik biodegradable berbasis model Arrhenius.
Properties of Recycled Polyethylene Terephthalate (rPET)/Stearic Acid/Green Mussel Shell (GMS) Composite Desi Budi Ariani; Khadijah Sayyidatun Nisa; Fitria Ika Aryanti; Ghina Sabrina Hanifati
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 20, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2025)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v20i1.45134

Abstract

The increasing accumulation of plastic waste, particularly polyethylene terephthalate (PET), presents significant environmental challenges. This study explores the incorporation of green mussel shell (GMS) as a bio-filler in recycled polyethylene terephthalate (rPET) composites to promote sustainability and circular economy practices. rPET/SA/GMS composites were fabricated using injection molding, with GMS compositions of 0%, 5%, 10%, and 15% and a fixed 1% stearic acid (SA) content as a coupling agent. The effects of GMS on thermal, mechanical, rheological, and morphology properties were analyzed using differential scanning calorimetry (DSC), universal testing machine (UTM), melt flow index (MFI) testing, and scanning electron microscopy (SEM). The results indicate that 10% GMS exhibited the highest melting temperature (249.5C) due to enhanced interfacial interactions, despite a decrease in crystallinity. However, tensile strength decreased significantly at 5% GMS (8.52 MPa) due to weak interfacial bonding, whereas 10% GMS (12.91 MPa) showed slight improvement due to better SA-assisted dispersion. Rheological analysis revealed the highest melt flow rate (162.87 g/10 min) at 5% GMS, but higher GMS concentrations reduced flowability due to increased CaCO content and filler agglomeration. Morphological analysis confirmed that GMS addition increased surface roughness, induced void formation, and disrupted stress transfer, weakening composite integrity. These findings highlight the potential of GMS as a functional bio-filler in rPET composites, emphasizing the need for optimized filler concentration and interfacial modifications to develop sustainable high-performance materials.