Andhini, Tsania
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SEBAGAI TRANSMISI KEWARGANEGARAAN Balqis, Alsi Ratu; Andhini, Tsania
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 4, No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v4i2.80660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam mentransmisikan nilai-nilai kewarganegaraan kepada siswa di sekolah menengah. Dalam konteks globalisasi dan perubahan sosial yang cepat, pendidikan kewarganegaraan melalui IPS dianggap penting untuk memperkuat identitas nasional serta menanamkan nilai-nilai demokrasi dan tanggung jawab sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan analisis dokumen. Sampel penelitian terdiri dari 10 guru IPS dan 20 siswa sekolah menengah di kota X, dipilih melalui purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dalam bentuk narasi deskriptif, tabel, atau diagram, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78% siswa yang belajar IPS memiliki pemahaman yang lebih baik tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara dibandingkan dengan siswa yang tidak belajar IPS. Guru yang diwawancarai menyatakan bahwa IPS tidak hanya mengajarkan sejarah dan geografi, tetapi juga nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan keadilan sosial. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa IPS merupakan alat penting dalam membangun warga negara yang aktif dan berpengetahuan. Temuan ini mendukung teori pendidikan kewarganegaraan oleh John Dewey, Albert Bandura, serta teori konstruktivisme oleh Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Secara keseluruhan, IPS efektif dalam membentuk karakter dan identitas kewarganegaraan siswa, serta mempersiapkan mereka untuk menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat.