Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perspektif Sosiologi Dan Antropologi Hukum Keluarga Islam Terhadap Nusyuz Sebagai Alasan Perceraian Serta Penerapannya Dalam Putusan Pengadilan Agama Bandung Alex Kusmardani; Oyo Sunaryo Mukhlas; Beni Ahmad Saebani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6214

Abstract

Artikel ini membahas nusyuz sebagai alasan perceraian dalam Sosiologi dan Antropologi Hukum Keluarga Islam, dengan fokus pada penerapannya di Pengadilan Agama Bandung. Nusyuz mengacu pada ketidaktaatan seorang istri kepada suaminya, yang dapat menyebabkan hilangnya dukungan finansial. Studi ini menggunakan pendekatan yuridis normatif serta perspektif sosiologis untuk memahami hukum keluarga. Artikel ini juga memeriksa bagaimana norma budaya mempengaruhi putusan pengadilan dan membandingkan penerapan nusyuz di berbagai madzhab fiqh dan negara Muslim, termasuk Indonesia. Analisis putusan Pengadilan Agama Bandung menunjukkan bahwa hakim mempertimbangkan faktor sosial ekonomi, kesejahteraan anak, dan keadilan sosial dalam pengambilan keputusan. Putusan mereka mempertimbangkan kesejahteraan keluarga dan kondisi sosial, sehingga diperlukan keseimbangan antara ketentuan hukum dan nilai-nilai sosial. Hakim didorong untuk mengadopsi pendekatan yang lebih komprehensif dan relevan dengan konteks masyarakat.
Transformasi Kisah Nabi Khidir: Kajian Historis dan Tekstual atas Narasi Al-Qur’an dan Sastra Suluk Sufistik Nusantara Dadan Rusmana; Ilham Muhamad Nurjaman; Ilham; Alex Kusmardani
FASTABIQ: JURNAL STUDI ISLAM Vol. 6 No. 1 (2025): Fastabiq: Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47281/fas.v6i1.205

Abstract

This article examines the transformation of the story of Prophet Khidir from its Qur'anic narrative into Sufi literary expressions known as Serat Suluk in the Indonesian archipelago. The study focuses on the processes of spiritual reinterpretation and cultural recontextualization undertaken by local Sufi scholars in reshaping the character of Khidir to align with the mystical and cultural values of Javanese Islam. Employing historical research methods—including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography—this study utilizes the theory of text transformation as its main analytical framework. The findings reveal that Sufi writers in the Nusantara did not alter the theological substance of Khidir’s story but constructed new narratives featuring localized mystical symbols and figures such as Sunan Kalijaga and Syekh Malaya. These figures function as seekers of divine knowledge and mystical insight under Khidir’s spiritual guidance. Such transformations reflect the adaptability of religious texts to local cultural contexts while preserving their core ethical and theological messages. Keywords: Prophet Khidir; Textual transformation; Sufi suluk; Islam Nusantara; Religious literature