This Author published in this journals
All Journal SOSIOHUMANIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Neovison Vison: Code of Good Practice for Euthanasia in Mink Korhonen, Hannu T; Huuki, Hanna
SOSIOHUMANIKA Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: The new European regulation lays down rules for the killing of animals bred for the production of food, wool, fur, or other products as well as the killing of animals for the purpose of depopulation and for related operators. Regulation emphasizes the meaning of education, competence, and self-monitoring. The operators are obligated to draw up and implement standard operating procedures (SOP). The purpose is to unify the methods and practices used in killing of animals and thereby improve the welfare of animals. SOP needs to set objectives, operating procedures, define the main parameters to be monitored, and guidelines for situations in which an animal is not stunned or killed as expected. The regulation obligates killing device manufacturers to give instructions and recommendations, which are to be taken in to account when drawing up SOP. The killing device must be maintained and checked according to the manufacturers’ instructions by persons, specifically trained for this purpose on a regular basis. The new regulation allows the mink to be euthanized with carbon monoxide (CO), carbon dioxide (CO2), electricity, shooting, and passing through the bolt gun; and the emergency killing of animals weighting less than 5 kg with a blow in the head. Killing will be monitored by observing the animals and monitoring the key parameters affecting the efficiency of euthanasia. These are: concentration, exposure time, temperature, and sufficient filtration. Upon request, SOP, records, and other documents must be given to the competent authority.KEY WORD: Killing methods, gas euthanasia, fur farming, good practice, standard operating procedures, and farmed mink. RESUME: Makalah ini berjudul “NeovisonVison: Pedoman Praktek yang Baik untuk Euthanasia dalam Cerpelai”. Peraturan Eropa baru menerapkan ketentuan untuk membunuh jenis binatang untuk produksi makanan, wol, bulu, atau produk lain dan juga membunuh binatang untuk tujuan pengurangan populasi dan pelaksana yang terkait. Peraturan menekankan arti pendidikan, kompetensi, dan pengawasan diri. Para pelaksana diwajibkan untuk mempersiapkan dan mengimplementasikan prosedur operasional standar (POS). Tujuannya adalah untuk menyatukan metode dan praktek yang digunakan dalam membunuh binatang dan dengan demikian meningkatkan kesejahteraan binatang. POS perlu menentukan tujuan, prosedur pengoperasian, menentukan parameter utama yang akan diawasi, dan pedoman-pedoman untuk situasi-situasi dimana binatang tidak dibius atau dibunuh seperti yang diharapkan. Peraturan mewajibkan produsen alat pembunuh untuk memberikan instruksi/petunjuk dan rekomendasi, yang akan dipertimbangkan ketika mempersiapkan POS. Alat pembunuh harus dipelihara dan diperiksa menurut instruksi produsen oleh orang-orang, khususnya yang terlatih untuk tujuan ini. Peraturan baru mengizinkan cerpelai dibunuh dengan karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), listrik, tembakan, dan menembakan senjata api; serta pembunuhan darurat binatang yang memiliki berat kurang dari 5 kg dengan tembakan di kepala. Pembunuhan akan diawasi dengan mengamati binatang dan mengamati parameter utama yang mempengaruhi efisiensi pembiusan. Parameter tersebut adalah konsentrasi, waktu pencahayaan, suhu, dan filtrasi yang cukup. Atas permintaan, POS, catatan, dan dokumen lainnya harus diberikan kepada pihak berwenang yang kompeten.KATA KUNCI: Metode pembunuhan, pembiusan gas, peternakan bulu, praktek yang baik, prosedur operasiona standar, dan cerpelai yang diternakan. About the Author: Prof. Dr. Hannu T. Korhonen and Dr. Hanna Huuki are Researchers at the MTT Agrifood Research Finland, Animal Production Research, Silmäjärventie 2 69100 Kannus, Finland. For academic purposes, they can be contacted via e-mail at: hannu.t.korhonen@mtt.fi How to cite this article? Korhonen, Hannu T. & Hanna Huuki. (2013). “Neovison Vison: Code of Good Practice for Euthanasia in Mink” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.6, No.1 [Mei], pp.69-76. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI, ISSN 1979-0112.Chronicle of article: Accepted (March 9, 2013); Revised (April 10, 2013); and Published (May 20, 2013).    
Humane Euthanasia in Farm-Raised Foxes Korhonen, Hannu T
SOSIOHUMANIKA Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: The Council Regulation on the protection of animals during killing, No.1099/2009, came to apply from 1st January 2013 onwards. This regulation lays down rules for the killing of animals bred for the production of food, wool, fur, or other products as well as the killing of animals for the purpose of depopulation and for related operations. The Council Regulation also emphasizes the meaning of education, competence, and self-monitoring as means to improve the welfare of animals during killing. It encourages the making of guides to good practice in order to help business operator to plan and monitor the killing process accordingly. The Code of Good Practice (CGP) in humane killing of foxes is created for that purpose. The present CGP aims at providing the highest standards of welfare for farmed foxes (Blue fox Vulpes lagopus, Silver fox Vulpes vulpes, and their colour variants and crossings) in killing. The regulation states many acceptable killing methods for foxes. The key aspects and parameters affecting the humanity of killing of those methods are presented in CGP. However, more practical and detailed description of killing is given for the most used killing method – electrocution. As well as describes the key parameters, the CGP also gives examples of how and why these parameters are to be monitored. According to Council Regulation, all business operators are obligated to plan the killing procedures ahead by drawing up a Standard Operating Procedure (SOP). The CGP gives practical instructions for planning the content of SOP and examples of how the carrying out of SOP should be reported. KEY WORD: Council Regulation, protection of animals, guides to good practice, humane killing of foxes, standard operating procedure, and monitoring. RESUME: “Pembunuhan Perlahan Manusiawi pada Rubah yang Diternak”. Peraturan Dewan tentang perlindungan hewan selama pembunuhan, No.1099 / 2009, mulai berlaku dari 1 Januari 2013 ke depan. Peraturan ini menetapkan aturan pembunuhan hewan yang diternak untuk produksi makanan, wol, bulu, atau produk lainnya serta pembunuhan hewan untuk tujuan pengurangan jumlah dan operasi hewan berkenaan. Peraturan Dewan juga menekankan arti pentingnya pendidikan, kompetensi, dan pengawasan-diri sebagai sarana untuk meningkatkan kebaikan bagi hewan saat dibunuh. Hal ini mendorong pembuatan Petunjuk Praktek yang Baik (PPyB) dalam rangka membantu pelaksana lapangan dalam merancang dan memantau proses pembunuhan yang sesuai. PPyB dalam pembunuhan perlahan manusiawi pada rubah dibuat untuk tujuan tersebut. Keberadaan petunjuk itu bertujuan untuk memberikan standar yang tinggi bagi kebaikan rubah yang diternak (rubah berkulit biru “vulpes lagopus”, rubah berkulit perak “vulpes fox”, serta rubah dengan kulit belang dan warna-warni) saat dibunuh. Peraturan tersebut menyatakan bahwa banyak metode pembunuhan yang layak bagi rubah. Aspek dan parameter utama yang mempengaruhi metode pembunuhan manusiawi tersaji dalam PPyB tersebut. Namun, penjelasan yang lebih praktis dan rinci tentang pembunuhan diberikan untuk metode pembunuhan yang paling sering digunakan, yaitu disetrum listrik. Selain menjelaskan parameter utama, PPyB juga memberikan contoh tentang bagaimana dan mengapa parameter ini harus diawasi. Menurut Peraturan Dewan, semua pelaksana lapangan diwajibkan untuk merancang prosedur pembunuhan ke depan dengan menyusun Prosedur Pelaksanaan Baku (SOP). PPyB memberikan instruksi praktis untuk merencanakan isi prosedur dan contoh bagaimana pelaksanaan prosedur tersebut harus dilaporkan.KATA KUNCI: Peraturan Dewan, perlindungan hewan, petunjuk praktek yang baik, pembunuhan manusiawi rubah, prosedur pelaksanaan baku, dan pengawasan.About the Author: Prof. Dr. Hannu T. Korhonen is a Researcher at the MTT Agrifood Research Finland, Animal Production Research, Silmäjärventie 2, FI-69100 Kannus, Finland. For academic purposes, he  can be contacted via e-mail at: hannu.t.korhonen@mtt.fi How to cite this article? Korhonen, Hannu T. (2014). “Humane Euthanasia in Farm-Raised Foxes” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.7(2) November, pp.189-196. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNHAS Makassar, and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (January 15, 2014); Revised (July 3, 2014); and Published (November 20, 2014).